Foto saat acara pemilihan Ketua Tite Hena masa bakti 2016-2019. (dok. Tite Hena)

Jakarta, Floresa.co – Masyarakat diaspora asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam wadah Keluarga Besar Tite Hena akan menggelar halal bi halal dan pelantikan kepengurusan baru periode 2016-2019.

Acara yang akan berlangsung pada Sabtu, 30 Juli 2016 itu digelar di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah.

Simon Lakamadu, ketua Tite Hena terpilih mengatakan pada awal pekan ini, kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk mempertemukan dan menjalin keakraban di antara sesama warga perantauan asal Flores Timur di Jakarta dan sekitarnya.

“Ini merupakan salah satu hajatan besar yang dilakukan oleh Tite Hena dan kami meminta dukungan aktif dari seluruh warga Flores Timur di Jakarta dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Floresa.co.

Rencananya, dalam kegiatan halal bi halal, sebelum tauziah, akan dikumandangkan gema takbir yang disusul oleh puisi tentang toleransi.

Hal ini menjadi simbolisasi semangat persaudaraan warga Flores Timur, yang tidak membeda-bedakan latar belakang agama, geografis dan suku.

Dalam kegiatan pelantikan pengurus baru, panitia akan menggelar berbagai atraksi budaya seperti tarian, penyerahan secara simbolis parang dan selendang tenun sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Dalam kesempatan itu, ketua terpilih juga akan menjelaskan program awalnya di hadapan masyarakat diaspora Flores Timur, yakni gerakan 2RT.

Menurutnya, gerakan ini merupakan wujud semangat bergotong royong yang hidup di tengah masyarakat kabupaten paling ujung Pulau Flores itu.

“Gerakan ini mengajak ribuan warga Flores Timur di Jakarta dan sekitarnya untuk menyumbang Rp 2000 per kepala per bulan. Jika ada 5000 warga, maka dana yang terkumpul bisa mencapai seratusan juta. Dari dana itu, kita bisa menggelar berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat,” ungkapnya.

Pihaknya memperkirakan ada sekitar 5000 perantau asal Flores Timur di Jakarta dan sekitarnya.

Jika setiap warga menyumbangkan Rp 2000 per bulan maka organisasi tersebut akan mendapatkan sokongan dana untuk menjalankan berbagai aktivitas seperti membantu warga yang mengalami peristiwa duka, bencana maupun yang sedang sakit.

Menurut Simon, dalam kepengurusan baru itu, dia akan dibantu oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fidelis Leyn dan didukung oleh 10 bidang, yakni sosial kemasyarakatan, seni budaya dan kreativitas, media dan teknologi informasi, penggalanan dana dan usaha kreatif, kepemudaan dan kaderisasi, olahraga, hukum advokasi dan ketenagakerjaan, organisasi dan pendataan, pemberdayaan, perempuan, serta humas dan teretorial. (ARL/Floresa)