Ilustrasi

Floresa.co – Proyek pembanguan saluran irigasi Wae Nunang, Desa Wae Ri’i, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai yang disebut-sebut dikerjakan kerabat salah satu pejabat kini ambruk.

Hal ini membuat aliran air ke persawahan petani terhambat dan mereka terancam gagal tanam.

Proyek itu baru dikerjakan dengan dana Tahun Anggaran 2015.

Yohanes Dayat, seorang warga menyatakan kekecewaannya saat berbincang dengan Floresa.co.

Ia menjelaskan, dirinya berniat meminta ganti rugi kepada kontraktor jika sampai bulan Agustus mendatang, kerusakan tidak diperbaiki, berhubung bagian dinding saluran irigasi yang ambruk persis di dekat sawahnya, dengan panjang kurang lebih 70 meter.

“Saya yang rasakan langsung. Saat hujan, semua sampah mengalir bebas ke sawah saya,” katanya, Kamis, 14 Juli 2016.

“Saya bilang ke kontraktor, saya akan minta ganti rugi kalau gagal tanam gara-gara saluran irigasi ini tidak dibenahi.Yang jelas, kontraktor harus ganti rugi,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauannya, di bagian irigasi itu, lantainya sudah pecah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Vinsen Marung mengaku akan segera memperbaiki irigasi itu.

Dirinya tidak merincikan secara detail pagu anggaran yang dialokasikan untuk itu.

“Kita sudah foto semua. Kemarin kita dari lokasi dan hari ini kontraktor mulai kerja lagi. Saya lupa pagunya berapa,” ujarnya kepada Floresa.co melalui sambungan telepon.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, pagu anggaran proyek tersebut senilai 150 juta dari dana alokasi khusus dan dikerjakan oleh CV Lando Tadong.

Sumber yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan bahwa proyek itu dikerjakan keluarga salah satu pejabat di Manggarai. “Itu proyek dari keluarganya bos di kabupaten ini,” katanya.

Dirinya tidak merinci secara jelas bos siapa yang dimaksud.

“Mereka pejabat besarlah,” lanjut sumber itu. (Ferdinand Ambo/ARL/Floresa)