BerandaARTIKEL UTAMADere Serani, Lagu Rohani...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO – Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe Jerabu, meluncurkan sebuah album rohani instrumental berjudul “Dere Serani In And On Guitar”, di Jakarta pada akhir Juni 2016.

Mengangkat nada-nada lagu yang terdapat dalam buku lagu daerah Manggarai yaitu Dere Serani, album tersebut merupakan yang pertama bagianya sekaligus pertama untuk album kategori rohani instrumental.

Dere Serani atau lagu rohani Katolik Manggarai,  menurut pria yang akrab disapa Joe ini , sudah tak asing lagi bagi umat Manggarai. Lagu-lagu rohani berbahasa Manggarai ini sering mewarnai ibadah bersama orang Manggarai kapan dan dimana pun mereka berada.

Namun, lagu-lagu rohani dalam kemasan instrumental, akunya jarang didengar. Maka, membuat album bernuansa Dere Serani menjadi pilihannya.

Ide pembuatan album ini, tuturnya, muncul sejak empat tahun lalu. “Saat itu, ketika tidak sengaja memainkan lagu Yo Hiang Lami dengan gaya barok seperti lagu Baroque dari Johan Sebastian Bach,  saya merasakan ada sesuatu yang baru,”cerita Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.

“Saya ingin menghadirkan sesuatu yang baru dalam perbendaharaan musik instrumental dengan sentuhan lagu rohani berbahasa daerah,”ungkapnya.

Jumlah lagu di dalam album ini adalah 14 lagu. Semua lagu dari Dere Serani yang diaransemen ke dalam format instrumental.

“Ada dua lagu yang saya aransemen dalam sebuah orchestra, meski masih pakai sibellius, yaitu lagu Mai Taung o Mai Taung dan Nggeluk Ga Dewa Mese,” jelasnya.

Sedangkan 12 lagu yang lain, lanjutnya,  diaransemen dalam format guitar solo antara lain Yo Hiang Lami, Tabe Ntala Gewang, Wau Sangged Lawa Surga, Tiba Mori Condo, Gelangkoe,  dan Gelang oe O Mori.

Joe pun berharap, dengan album tersebut, masyarakat Manggarai memiliki wawasan cukup tentang Dere Serani

“Semoga album ini memperluas wawasan kita dalam bermusik dan  lagu-lagu di dalam Dere Serani tetap dan semakin dikenal oleh generasi muda Manggarai pada saat ini,” tutup Pemuda asal Colol, Manggarai Timur ini. (ArJ/ARS/Floresa).

 

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Saat Generasi Penenun Songke Semakin Tua, Karya Intelektual Perempuan Adat Manggarai ini Kian Suram

Rendahnya penghasilan dari menenun, membuat sejumlah ibu-ibu penenun muda di Lamba Leda Utara berhenti dari pekerjaan tersebut. Dan biasanya, di antara mereka memilih merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Pasca UNESCO dan IUCN Kunjungi Taman Nasional Komodo, Meluruskan Klaim Pemerintah

Kami mencatat setidaknya empat klaim pemerintah yang perlu diluruskan karena mengabaikan fakta. Keempatnya, adalah terkait penyangkalan akan keberadaan resort wisata di Loh Buaya, soal dialog dengan warga Kampung Komodo, penyangkalan perubahan zonasi untuk bisnis wisata di TNK serta ketidakterbukaan informasi soal konsesi bisnis perusahaan-perusahaan swasta.

Hadang Penggusuran Kebunnya untuk Proyek Pariwisata, Warga di Labuan Bajo Sempat Ditangkap Polisi

Kebun jati milik warga ini digusur untuk pembukaan jalan ke area 400 hektar di Hutan Bowosie, yang akan dikembangkan menjadi kawasan bisnis pariwisata, bagian dari proyek strategis nasional.

Surat Permohonan Maaf Guru THL kepada Kadis PK Matim

Borong, Floresa.co – Polemik guru tenaga harian lepas (THL) di Manggarai...