AKBP Totok Mulyanto, Kapolres Manggarai - Flores (Foto: ist)

Ruteng, Floresa.co – Kepolisian Resort Manggarai – Flores kini dinakodahi AKBP Totok Mulyanto. Ia menggantikan AKBP Muhamad Ishack Said.

Totok dilantik menjadi Kapolres Manggarai pada 28 April 2016. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kasubdit I Direskrimum Polda NTT.

Kepada sejumlah awak media di kantor Polres Manggarai, Kamis, 26 Mei 2016, Totok menyampaikan sejumlah agenda prioritasnya dalam memimpin Polres Manggarai.

Sebagai Kapolres baru, kata Totok, ia memiliki sejumlah agenda prioritas di antaranya pemberantasan narkoba, terorisme, radikalisme dan korupsi di dua kabupaten (Manggarai dan Manggarai Timur) yang merupakan wilayah kewenangan Polres Manggarai.

Selain itu, dirinya akan memberantas kasus human trafficking dan perjudian yang dinilai masih marak di Manggarai dan Matim. Dua kasus tersebut terbilang marak karena setidaknya sejak Januari hingga Mei 2016 pihak Polres Manggarai sudah mengungkap perjudian sebanyak 15 dan human trafficking sebanyak 6 kasus.

“Saya akan memerangi kasus itu, kita pastikan Manggarai ini aman,”ujar Totok.

Ia menambahkan, secara internal dirinya juga akan meningkatkan kinerja polisi agar bekerja sesuai fungsinya dan tetap menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dengan baik dan benar.

Polisi harus hadir mencerahkan masyarakat agar memimalisasi pelanggaran hukum. Polisi melakukan sosialisasi kepada masyarakat tidak saja di saat-saat formal tetapi juga bisa dilakukan secara informal seperti di rumah-rumah keluarga, dan lain-lain.

“Polisi akan ditingkatkan disiplinnya. Selama ini sudah bagus hanya perlu ditingkatkan,”katanya.

Polisi, kata dia, harus bisa mengayomi dan melindungi masyarakat sesuai fungsinya. “Polisi tidak boleh arogan,” tegas Totok.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif polisi agar masyarakat Manggarai dan Matim puas dengan pelayanan polisi.

Sementara, di satuan lalulintas Totok berjanji akan mengedepankan langkah-langkah preventif untuk mengurangi kecelakaan. Misalnya saja, sebutnya, masih banyak para pengendara sepeda sepeda motor yang masih di bawah umur dan itu sangat berbahaya bagi keselamatan.

“Ke depan kami akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait cara berlalulintas yang benar. Bayangkan saja kalau bonceng tiga dan kalau kecelakaan kita juga yang repot,”tukasnya. (Ardy Abba/Floresa)