Marsel Ahang, anggota DPRD Manggarai (Foto: Ist)

Ruteng, Floresa.co – Salah satu anggota DPRD Manggarai mengaku kecewa dengan sikap Bupati Deno Kamelus terkait keputusan penggunaan dana untuk acara Tour de Flores (TdF).

Marsel Ahang, anggota dari daerah pemilihan Kecamatan Ruteng dan Lelak kesal lantara Deno tidak konsultasi dengan DPRD.

“Minimal dia sudah tahu ada rencana Tour de Flores. Tapi, kenapa dia tidak sampaikan saat paripurna dewan, seolah-olah lembaga DPRD tidak berarti buat dia,” ujar Ahang saat menghubungi Floresa.co.

Ia menegaskan, keputusan Deno membuat utang daerah yang nantinya akan ditalang melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menghargai dewan.

“Kalau ini uang pribadi ya oke-oke saja walau tanpa konsultasi dengan dewan. Tapi ini persoalan uang rakyat, bukan pribadi,” tegasnya.

BACA: Pemda Manggarai Habiskan Rp 700 Juta untuk TdF

“Kenapa di Manggarai Barat itu disampaikan melalui paripurna sehingga melalui persetujuan DPRD,” tambah Ahang membandingkan.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Pemkab Manggarai menggelontorkan dana hampir mencapai Rp 700 juta untuk menyukseskan serangkaian kegiatan penyambutan peserta kegiatan TdF.

Deno mengatakan, total dana tersebut diperoleh dari pinjaman pemerintah daerah dan sebagiannya ada dalam Dokumen Pengguna Anggaran (DPA) untuk promosi wisata di Dinas Pariwisata kabupaten Manggarai.

Keputusan alokasi dana itu, kata dia, dilakukan setelah diskusi dengan pihak Kejaksaan.

“Saya tanggal 17 Mei lalu mengirim surat ke Kejaksaan Negeri Ruteng minta pertimbangan hukum untuk dua hal yaitu apakah saya bisa membuat utang atau menggunakan dana APBD sebelum penetapan APBD,” katanya, Jumat, 20 Mei 2016. (Ardy Abba/ARL/Floresa)