Warga mengikat sapi di pinggir jalan trans Flores jalur Ruteng-Borong, Senin 16 Mei 2016 (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Borong, Floresa.co – Tour de Flores (TdF) secara resmi akan dimulai Rabu 18 Mei 2016. Ajang balap speda internasional ini dimulai dari kota Larantuka, Flores Timur.

Meski sudah di depan mata, namun sejumlah persoalan masih ditemukan di lapangan. Di jalan Trans Flores, jalur Borong-Ruteng misalnya, masih ada sejumlah hewan peliharaan diikat di pinggir jalan. Padahal ini  merupakan salah satu rute yang akan dilalui peserta.

Pantauan Floresa.co Senin 16 Mei 2016 tampak sepanjang jalan itu ada begitu banyak hewan seperti, sapi, kerbau dan kambing khususnya di Jati, Desa Golo Kantar, kecamatan Borong.

Egiardus Langgut, warga pengguna jalan mengatakan sangat terganggu dengan keberadaan hewan di pinggir jalan itu. Menurutnya biasanya hewan itu masuk sampai di bahu jalan sehingga pengendara harus berhenti. Sudah banya kasus kecelakaan karena menabrak sapi dan tali ikatannya.

“Sebagai pengguna jalan tentu sangatlah terganggu dengan keadaan seperti ini, pemerintah harus menindak tegas warga yang ikat hewannya di sembarang tempat, ini membahayakan sekali”, ujarnya kepada Floresa.co Senin 16 Mei 2016 siang.

Hal senada disampaikan warga Jati, Evensius Domor. “Siapa pun pasti merasa terganggu dengan hewan yang ikat di pinggir jalan tersebut dan sebentar lagi peserta Tour de Flores melintasi jalur ini dan kita juga memikirkan keselamat mereka. Harusnya warga mengertilah. Menurut saya ini akibatnya minimnya membaca sehingga berdampak pada pola pikir yang keliru”,tegasnya.

Ia menambahkan ini sebenarnya tugas kepala desa untuk menyampaikan kepada warganya agar hewan jangan diikat di pinggir jalan karena bisa membahayakan pengguna jalan

“Tidak ada kegiatan Tour de Flores pun semestinya warga sadar dengan keselamatan pengendara”, tambahnya.

Kepala desa Golo Kantar, Anselmus Noe Nuhung ketika dikonfirmasi Floresa.co mengatakan masih sibuk dengan aktivitasnya di kantor Desa Golo Kantar.

“Saya masih sibuk ini pak, karena kami masih melayani masyarakat untuk rekaman KTP Elektronik” ujarnya.

Namun, ia berjanji akan memerintahkan aparatnya untuk menghimbau kepada masyarakat agar tidak boleh mengikat hewan di pinggir jalan raya.

“Saya akan perintahkan aparat saya nanti pak khususnya ketua RT untuk tertibkan hewan-hewan yang ikat dipinggir jalan”, ujarnya kepada Floresa.co ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu Camat Borong tidak berhasil dikonfirmasi karena ia tak mengangkat telepon genggamnya ketika dihubungi. (Ronald Tarsan/Floresa).