Kapolda NTT, Brigjen Pol E Widyo Sumaryo. (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Floresa.co – Penyidikan dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat – Flores, NTT,  hingga saat ini masih berjalan di tempat.

Sudah lebih dari 20 saksi diperiksa penyidik Polres Manggarai Barat untuk mengungkapkan ada atau tidaknya tindak pidana korupsi dalam proyek senilai Rp 4 miliar itu.

BACA JUGA:

Kepala Kepolisian Daerah NTT Daerah NTT Brigjen Pol E Widyo Sumaryo kembali menegaskan Kepolsian berkomitmen untuk mengusut hingga tuntas kasus ini.

“Polda tetap akan konsisten menangani kasus-kasus korupsi termasuk kasus ini (Lando-Noa),”ujarnya, Selasa 3 Mei 2016, melalui layanan pesan Whatspp menjawab pertanyaan Floresa.co terkait kelanjutan penyididikan dugaan korupsi Lando-Noa.

Sumaryo mengatakan Polada NTT saat ini masih menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT terkait kerugian negara dalam proyek yang dikerjakan dengan APBD Manggarai Barat tahun 2014 itu.

Hasil audit BPKP itu, kata dia untuk memastikan berapa nilai kerugian negara dalam proyek tersebebut. “Mudah-mudahan segera ada jawaban,”pungkasnya.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Labuan Bajo pada 22 April lalu, Kapolda juga sudah menyampaikan komitmen serupa. Pada saat itu, ia menegaskan bahwa korupsi adalah “musuh bersama kita semua”.

“Saya minta masyarakat percayalah pada kepolisian untuk mengusut kasus korupsi,”ujarnya. Polda NTT, lanjut dia, sudah pernah melakukan gelar perkara atas kasus dugaan korupsi proyek senilai sekitar Rp 4 miliar itu.”Mari kita tunggu kerugian negara dari BPKP,”ujarnya. (Floresa)