BerandaARTIKEL UTAMABahas Program Kerja, Pemkab...

Bahas Program Kerja, Pemkab Manggarai Gandeng Gereja

Ruteng, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajak Gereja Keuskupan Ruteng untuk memberi masukan terkait program kerja selama lima tahun ke depan.

Pada Senin, 25 April 2016, lebih dari 50 puluhan orang yang terdiri dari para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggelar pertemuan dengan para petinggi Keuskupan Ruteng.

Dalam pertemuan tersebut  perwakilan pemerintah dan gereja masing-masing menyampaikan visi-misi.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus dalam pidato pembuka mengatakan, program Gereja nantinya akan dipadukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Untuk pendidikan misalnya, kata dia, pemerintah akan mereplikasi program khusus (progsus) Yayasan Ernesta untuk tingkat SMP dan SMA. Selama ini, melalui Yayasan Ernesta, Keuskupan Ruteng menjalankan progsus merekrut murid kelas 5 dan 6 SD yang berprestasi untuk kemudian disekolahkan ke jenjang lebih tinggi.

Kemudian, kata dia, Pemkab berharap STKIP St Paulus Ruteng menjadi universitas.

“Pertemuan formal dengan gereja untuk sama-sama mendiskusikan program kerja pemerintah, dimana Gereja bisa mengambil peran di dalamnya,” kata Deno kepada para wartawan usai pertemuan.

“Sepuluh tahun yang lalu, saat menjabat wakil bupati, belum pernah diselenggarakan (kegiatan seperti ini),” lanjutnya.

Deno menjelaskan,  20 program dan kegiatan selama lima tahun ke depan fokus pada pemberdayaan masyarakat sangat miskin, miskin dan hampir miskin.

Sektor yang sangat vital dibangun, kata dia, adalah pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur dan lingkungan hidup.

Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng mengapresiasi pertemuan itu dan mengatakan bahwa ini merupakan awal yang baik bagi perjalanan pembangunan selama lima tahun ke depan.

“Pertemuan itu memberikan harapan baru untuk terciptanya kehidupan umat atau rakyat yang lebih solid, sejahtera dan solider,” katanya.

Ia menambahkan, khusus dalam sektor pendidikan, kerjasama itu masih secara teknis harus dibicarakan lebih lanjut untuk melihat titik temu bersama agar bisa sampai pada titik aksi.

Dari sisi gereja, kata dia, ada tiga agenda besar di bidang pendidikan, yaitu rencana peningkatan status STKIP menjadi universitas, eksistensi Yayasan Sukma Manggarai  dan program khusus dari Yayasan Ernesta.

“Dalam ketiga agenda pendidikan ini, gereja amat mengharapkan dukungan yang kuat dan partisipasi yang aktif dan nyata dari Pemkab Manģgarai,” katanya.

Uskup Hubert mengharapkan, dukungan dan partisipasi itu hendaknya dituang dalam MoU yang akan ditandatangi oleh kedua belah pihak.

Senada dengan Mgr Hubert, Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Romo Marten Chen mengatakan, kerja sama gereja dan pemerintah daerah ini sejalan dengan amanat Sinode III Keuskupan Ruteng.

Ia menjelaskan, gereja memahami pentingnya kerjasama tersebut dalam membangun daerah Manggarai.

“(Karena) masyarakat Manggarai yang diurus pemerintah Kabupaten Manggarai adalah juga umat Katolik Keuskupan Ruteng,” kata Romo Marten. (Ardy Abba/ARL/Floresa)

 

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.