Foto saat latihan drama musikal Ombeng. (Foto: Franz Joseph)

Floresa.co – Orang Muda Katolik (OMK) di Keuskupan Ruteng akan mementaskan sebuah drama musikal bejudul Ombeng pada Sabtu, 23 April 2016.

Pementaskan yang bakal digelar di Manggarai Convention Center (MCC) itu dijadwalkan dimulai pukul 19.00 Wita.

Romo Frans Sawan Pr, kordintaor OMK Keuskupan mengatakan di sela-sela persiapan pementasan bahwa drama musikal itu menjadi bagian tak terpisahkan dari hasil Sinode III Keuskupan Ruteng.

“Dalam sinode III, Keuskupan merekomedasikan banyak hal berkaitan dengan pastoral OMK. Salah satu yang dibicarakan ialah upaya pengembangan bakat dan kemampuan,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi sasaran Keuskupan yakni pertama, OMK diharapkan bisa menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Dan, kedua, jelasnya, mempersiapkan diri untuk kegiatan Indonesia Youth Day (IYD) dan di Manado tahun ini.

“Kita berharap kita bisa mengirim banyak orang ke sana dan itu butuh dana besar  terutama transportasi. Jadi, selain dalam usaha pengembangan bakat dan kemampuan OMK, kita juga menggali dana untuk kegiatan IYD itu,” jelas Romo Frans.

Ia juga menambahkan, berkenaan dengan hasil sinode III, Keuskupan memandang perlu untuk disampaikan kepada umat.

“Banyak bentuk dan cara tapi salah satu cara ala anak muda saat ini yakni drama musikal. Saya sendiri suka konsep musikal. Kekuatannya terdapat pada dialog, tarian dan nyanyian,” ungkapnya.

Sementara itu, Armin Bell, sutradara drama musikal ini mengatakan, betapa pentingnya pementasan “Ombeng” ini bagi warga kota Ruteng khususnya anak muda.

“Saya ingin penonton pulang dalam kebingungan. Bingung ini sederhana, mau mengapresiasi musiknya, tarinya atau isi cerita? Jadi saya sampaikan kepada para pemain, penonton harus pulang dan mendiskusikan bagian mana yang keren dari pementasan,” katanya.

Armin menambahkan, orang Ruteng pada dasarnya punya darah seni dalam tubuhnya, hanya perlu dipicu.

“Kaum muda yang saya ajak ini dari berbagai model lingkungan. Ada yang SMA, kuliah, kerja dan mereka ini dikenal di Ruteng,” jelasnya.

“Mereka bisa dan saya berharap penonton pun demikian,” lanjutnya.

Armin pun mengajak seluruh warga kota Ruteng untuk berpartisipasi menyaksikan pementasan ini.

“Ini baru pertama kali diadakan di Ruteng. Satu cerita namun dimainkan dalam bebeberap kesenian. Kami siap menyuguhkan pementasan yang bukan hanya baik namun siap memberikan kebingungan kepada penonton,” katanya. (Kontributor Evan Lahur/ARL/Floresa)