Korban tenggelam di Cunca Wulang dievakuasi (Foto: Sirilus Ladur)

Labuan Bajo, Floresa.co – Setidaknya sudah tiga kali terjadi peristiwa wisatawan tengeglam di tempat wisata air terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Kejadian pertama terjadi pada 10 Oktober 2010. Kemudian pada 27 Desember 2015. Terakhir, pada Sabtu 16 April 2016, dua wisatawan asal Malaysia dan satu pemandu lokal juga tenggelam di air terjun tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat – Flores, NTT Theo Suhardi mengatakan Cunca Wulang tetap menjadi salah destinasi wisata yang dipromosikan pemerintah daerah ke wisatawan.

Ia mengatakan peristiwa naas yang menimpa sejumlah wisatawan tidak bisa dijadikan alasan untuk menutup tempat tersebut untuk wisatawan. Pasalnya, Cunca Wulang sudah cukup membantu menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat dan diharapkan ke depan bisa berkontribusi pada penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Suhardi dengan tetap membuka akses wisatawan ke Cunca Wulang, perekonomian masyarakat bisa meningkat karena adanya perputaran uang dari wisatawan yang datang.

“Contoh komoditi pertanian seperti kelapa dan tanaman perdagangan lainnya dapat langsung dijual ke tempat tersebut,”ujarnya kepada Floresa.co, Selasa 19 April 2016.

Selain menggerakan ekonomi masyarakat, menurutnya pemerintah menyediakan tiket masuk ke lokasi wisata itu sehingga bisa menambah PAD.

BACA Juga: Tercatat Sudah Tiga Kali Wisatawan Tenggelam di Cunca Wulang

Terkait kematian sejumlah wisatawan, menurutnya untuk adalah takdir. “Kita manusia tidak mengetahui kapan kita meninggal, bisa saja wisatawan tersebut meninggal karena kehendak yang Mahakuasa,”ujarnya.

Tetapi, lanjut dia, ke depan pemerintah akan melakukan sejumlah upaya pencegahan.

“Kita berencana untuk melatih masyarakat lokal atau pemandu lokal untuk memberikan informasi yang sedalam-dalamnya kepada wisatawan untuk tidak melompat di areal lokasi wisata Cunca Wulang,”ujarnya.

Selain itu, menurutnya, pemerintah juga akan membuat tanda larangan untuk melompat ke dalam air. “Supaya tidak terjadi lagi korban serupa
ke depannya,”ujar Suhardi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Travel Agency (ASITA) Labuan Bajo, Teodorus Hamun meminta Dinas Pariwisata Manggarai Barat menutup sementara akses ke Cunca Wulang untuk wisatawan.

Pemerintah, kata dia, harus memberikan pelatihan khusus kepada masyarakat setempat atau pemandu lokal untuk berkomonikasi dengan para wisatawan untuk tidak berenang dan melompak di Cunca Wulang. “Jangan sampai terjadi lagi hal yang sama,”ujarnya. (Sefry Jemandu/Floresa)