Salah satu rumah dinas pimpinan DPRD Manggarai di Jalan Slamet Riady, Ruteng yang hingga kini belum ditempati. (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Rumah jabatan untuk dua wakil pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini belum dihuni.

Pemicunya, prabot di dalamnya belum lengkap sesuai standar rumah jabatan.

Seharusnya, dua rumah itu yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Ruteng ditempati oleh kedua wakil pimpinan dewan, masing-masing, Paul Peos dan Simprosa Rianasari Gandut alias Osi Gandut.

“Kalau (pada) 2015 (belum ada perabot) masih bisa diterima karena masih dalam tahap renovasi dan surat-surat keterangan perbaikan lengkap dan saya masih terima tunjangan perumahan,” kata Peos kepada para wartawan di Ruteng, Senin 18 April 2016.

Sebenarnya, kata politis PDI-Perjuangan itu, sejak Januari 2016 ini dirinya sudah harus menempati rumah jabatan tersebut, sebab ia sudah tidak lagi menerima tunjangan perumahan senilai Rp 5 juta untuk setiap anggota DPRD per bulan.

“Prabotnya belum lengkap sehingga saya belum bisa tempati. Yang jelas ada anggarannya untuk melengkapi prabot rumah jabatan pimpinan DPRD, (namun) sampai sekarang belum direalisasi oleh Sekwan,” tegas Peos.

Menurutnya, kondisi rumah jabatan pimpinan DPRD Manggarai tidak layak huni, karena mirip rumah dinas biasa saja.

Padahal, katanya, dalam aturannya tidak demikian. “Rumah jabatan bukan rumah dinas,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk rumah jabatan pada dasarnya semua prabot di dalamnya disiapkan oleh negara. Sementara, untuk rumah dinas, negara hanya menyiapkan rumah saja dan prabotnya dibeli sendiri penghuni.

Selain itu, kata Peos, dari segi produk dan protokoler pun harus bisa dibedakan rumah dinas dan rumah jabatan.

Senada dengan Peos, Osi Gandut mengungkapkan, rumah jabatan pimpinan DPRD yang disiapkan Pemkab Manggarai sangat tidak layak huni dan tidak representatif.

Osi memang sempat menetap di rumah jatabannya tahun lalu, namun dirinya sudah kembali ke rumah pribadinya di Dongang,Ruteng sejak Januari 2016.

“Sangat tidak layak huni. Di ruangan makan atapnya bocor. Tempat tidurnya hanya untuk suami istri saja. Sedangkan untuk anak-anak tidak ada. Bak kamar mandi tidak bisa tertampung air karena sudah pecah. Kalau pemerintah punya niat baik, mesti diperbaiki,” ungkap politisi Partai Golkar itu.

Ia mengaku, pihaknya sudah pernah menyampaikan masalah ini ke Ansel Aswal, kepala Sekwan dan Manseltus Mitak, Sekretaris Daerah Manggarai.

Namun, jelasnya, hingga kini belum digubris.

Menurut Osi, kerusakan dan kekurangan prabot dalam rumah jabatan pimpinan DPRD Manggarai itu tidak cukup hanya menggunakan dana pemeliharaan dan mestinya merehab total.

Hingga berita ini diturunkan, Anselmus belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, ia belum merespon. (Ardy Abba/ARL/Floresa).