Korban tenggelam di Cunca Wulang dievakuasi (Foto: Sirilus Ladur)

Labuan Bajo Florsa.co – Tragedi wisatawan tenggelam di air terjun Cunca Wulang Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) – Flores kembali terjadi pada Sabtu 16 April 2016.

Tercatat ini bukan kejadian pertama. Pada Minggu 27 Desember 2015 lalu, air terjun Cunca Wulang juga menelan korban. Saat itu, seorang wisatawan bernama Wardiansah (28) terjatuh dan hilang di kolam air terjun Cunca Wulang.

Anak buah kapal (ABK) Feri Cakalang II jurusan Labuan Bajo Bima itu kemudian ditemukan tewas setelah melalui proses pencarian oleh warga dan tim SAR.

Jauh sebelum itu, pada Minggu 10 Oktober 2010 juga ada wisatawan yang tenggelam di air terjun Cunca Wulang.

Kejadian pada Sabtu 16 April 2016 dimana tiga orang wisatawan – dua warga asing dan satu warga lokal – tercatat merupakan kejadian ketiga wisatawan tenggelam di air terjun tersebut.

Ketiganya sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Minggu 17 April 2016. Ada pun tiga korban tersebut atas nama Mohamad Azfar bin Tahir (24 tahun) dan Mohamad ezzaq Azraf bin Azumi (24 tahun). Sedangkan pemandu wisata lokal bernama Wenseslaus Hendro Akung (39 tahun). Dua wisatawan asing diketahui berkewarganegaraan Malaysia.

BACA JUGA: Hilang di Cunca Wulang Sejak Sabtu, Para Wisatawan Ditemukan Tewas

Selain dua wisatawan yang tenggelam itu, tercat ada juga tiga wisatawan Malaysia lainnya yang ikut serta dalam rombongan yang tur ke Cunca Wulang pada Sabtu kemarin. Tiga warga asing lainnya itu adalah Mohamad Imran Had bin Helmy Had,Mohamad qayum Bim Pirdovs dan Muhamad Nurhafiz bin Nor Adxmi.

Wisatawan asal Malaysia ini tiba di kampung Warsawe pada Sabtu pukul 10.30 Wita. Rombongan langsung menuju ke lokasi air terjun, sekitar dua kilometer dari kampung, dipandu oleh pemandu lokal Wenseslaus Hendro Akung.

Sekitar pukul 11.00 Wita korban Mohamad azfar Bin Tahir lompat dan langsung tenggelam. Lalu, korban Wenseslaus Hendro Akung dan Mohamad Ezzaq Azraf bin Azumi berusaha menolong. Tetapi, upaya keduanya menolong tak berhasil dan kedunya pun ikut tenggelam karena kehabisa tenaga. (Sirilus Ladur/Floresa)