BerandaARTIKEL UTAMAAlumni Stipas Ruteng Bentuk...

Alumni Stipas Ruteng Bentuk Badan Pengurus

Ruteng, Floresa.co  – Para alumni Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) St Sirilus Ruteng-Flores, membentuk badan pengurus pada Sabtu, 16 April 2016, di mana mereka berkomitmen akan ikut membantu pengembangan kampus tersebut.

Mereka memilih nama Pelita, singkatan dari Persaudaraan Alumni Stipas.

Anggota badan pengurus ini dilantik oleh Ketua Stipas, Romo Alfons Segar Pr dalam Perayaan Ekarisi Pesta Pelindung Stipas yang dipadukan dengan acara Paskah bersama dan temu alumni, Sabtu petang.

Romo Alfons, yang juga Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng menegaskan, para alumni memiliki peran yang signifikan bagi pengembangan Stipas.

“Para alumni adalah bagian inti dari keberadaan lembaga ini. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih atas kesediaannya mengemban tugas sebagai pengurus alumni,” katanya.

“Kami berharap kerja sama akan berdampak positif bagi kampus kita ini,” lanjutnya.

Sesuai kesepakatan dengan pihak Stipas, para alumni akan dilibatkanberbagai kegiatan dan program kampus, termasuk membantu untuk mempromosikan Stipas kepada masyarakat sehingga semakin banyak orang yang ingin menimba ilmu di lembaga yang bernaung dibawah Yayasan Sukma Keuskupan Ruteng itu.

Karena itu, Romo Alfons meminta agar badan pengurus alumni menjadi wadah untuk “mengkomunikasikan” Stipas, bukan hanya yang berkaitan dengan urusan internal, tetapi juga yang berkaitan dengan urusan eksternal.

Urusan eksternal itu, kata dia, antara lain komunikasi dengan masyarakat, pemerintah, lembaga-lembaga LSM, media massa, lembaga DPRD dan juga berbagai elemen sosial lainnya.

Hal ini, menurut Romo Alfons, sangat penting demi “eksistensi STIPAS ke depan.”

Para alumni Stipas saat ini bekerja di berbagai tempat, baik di Kabupaten Manggarai maupun di luar Kabupaten Manggarai. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai guru, juga ada yang bekerja di perusahaan swasta, berwirausaha, aktivis LSM, menjadi aparat desa dan juga anggota DPRD.

Merespon harapan pihak Stipas, Joakhim Jehati, Ketua Pelita yang kini menjadi anggota DPRD Manggarai mengatakan, mereka siap melaksanakan tugas mulia itu.

“Kami siap seratus persen melaksanakan tugas ini. Bahkan, kami telah menyatukan tekad agar saudara-saudara yang bergabung dalam Pelita ini harus bisa mendatangkan mahasiswa ke lembaga ini,” katanya.

“Minimal, satu alumni, satu mahasiswa. Kami akan langsung bawa (mahasiswa) ke sini. Kami tidak menyuruh dia datang ke sini, tetapi kami sendiri yang akan bawa dia secara langsung untuk mendaftarkan dirinya menjadi mahasiswa Stipas,” tambahnya.

Karena itu, jelasnya, mereka meminta dukungan dan doa dari para dosen dan para mahasiswa agar tekad ini bisa terwujud.

“Kami tidak akan berpangku tangan memandang Stipas dari luar, tetapi siap untuk membantu agar Stipas tetap abadi,” kata Joakhim.

“Apa pun yang terjadi dengan Stipas saat ini juga merupakan tanggung jawab kami,” lanjutnya. (Ino Mansur/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.