Beberapa siswa Sanpio sedang membawakan acara dalam persta perpisahan dengan 27 siswa kelas 3 SMA yang tamat pada tahun ini. (Foto: Facebook Edo Sateng)

Floresa.co – Seminari Pius XII Kisol (Sanpio), salah satu lembaga pendidikan calon imam di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, mengadakan upacara pengutusan terhadap 27 siswa yang telah menempuh proses pendidikan selama 6 tahun di sekolah itu.

Perayaan ini diawali dengan Misa yang diikuti oleh seluruh anggota komunitas Sanpio, Jumat, 8 April 2016.

Misa perutusan merupakan tradisi yang dilakukan tiap kali para seminaris kelas 3 SMA selesai mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, untuk kemudian mengikuti jenjang pendidikan berikutnya.

Sebagaimana biasanya, setelah Misa, semua anggota komunitas mengadakan malam perpisahan.

Momentum ini juga diadakan sebagai media aktualisasi diri para seminaris khususnya yang berbakat di bidang seni panggung, vokal dan public speaking.

Handiranus Hambur, salah satu siswa kelas 3, dalam sambutan mewakili teman-temannya, menyampaikan terima kasih kepada Sanpio yang telah mengasuh mereka selama 6 tahun.

“Ada banyak nilai dan pengetahuan yang turut membentuk akhlak dan kepribadian kami sehingga kami merasa kuat untuk berbakti kepada Gereja dan masyarakat,” ungkap mantan Ketua OSIS SMA Sanpio periode 2014/2015 ini.

Handri, demikian ia disapa, juga menyampaikan permintaan maaf kepada pembina, guru, adik-adik kelas dan semua anggota komunitas, jika selama hidup bersama, ada kata-kata dan tingkah laku yang kurang berkenan.

“Kesalahan merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari kebersamaan. Asalkan kita saling memaafkan dan belajar dari kesalahan itu,” terangnya.

Sementara itu, Romo Silvian Mongko Pr, salah satu pembina di lembaga itu berharap para siswa bisa menjadi duta Sanpio yang mengharumkan nama almamater di mana saja mereka akan diutus.

“Menjadi alumnus Sanpio itu punya beban sendiri. Artinya, tidak cukup dengan romantisme kesuksesan masa lalu, dari cerita besar alumni yang sukses. Mereka mesti bisa melanjutkan cerita indah itu dalam medan perutusan masing-masing ke depan,” kata Romo Silvi yang sekarang menjabat sebagai kepala sekolah SMA.

Sementara itu, Romo Jossy Erot yang mewakili kepala rumah atau praeses dalam sambutannya, sempat menyentil prestasi salah satu siswa angkatan yang tamat tahun ini, khususnya prestasi istimewa mereka dalam mengharumkan nama Sanpio ke tingkat nasional.

“Prestasi ini merupakan motivasi bagi seminaris yang lain agar terus mengembangkan budaya menulis sebagai salah satu keunggulan Sanpio,” katanya.

Siswa yang dimaksud Romo Jossy adalah Yeremias Apriliano Santoso, yang lewat karyanya berjudul “Kebhu: Kail Terakhir” meraih juara dua dari 15 finalis dalam lomba karya tulis di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada Juni 2015. (Irvan Kurniawan/ARL/Floresa)