Mateus Hamsi

Floresa.co – Mateus Hamsi, mantan Ketua DPRD Mabar mengkritik kebijakan Bupati Agustinus Ch Dula, terkait pemberhentian sejumlah pegawai kontrak, tanpa alasan yang jelas.

“Alasan pemecatan honorer tidak masuk diakal,  dipecat (tapi) tidak ada alasan yang jelas. Untuk apa musuh dengan mereka? Mereka ini bukan mau beli mobil, hanya untuk kebutuhan perut,” kata Hamsi kepada Floresa.co, Rabu, 6 April 2016.

Ia mengatakan, Dula tidak memiliki rasa kemanusian. “Saya sangat mendukung kalau ada yang proses hukum. Pa bupati itu tidak benar,” tegas Hamsi, yang juga salah satu calon bupati Mabar dalam Pilkada Desember tahun lalu.

Hamsi menjelaskan, salah satu yang diberhentikan adalah keluarganya.

“Adik kandung saya juga diberhentikan. Saya masih bisa menyanggupi memberi mereka makan. Sementara yang lain yang ia pecat, kerja untuk kebutuhan perut, kok dipecat,” kritiknya.

Ia menyatakan, bersama tiga pasangan lain yang bertarung dalam Pilkada lalu, mereka akan segera menemui Dula mengklarifikasi persoalan ini.

Hal itu, kata dia, untuk memastikan bahwa kondisi kepemimpinannya selama lima tahun ke depan tetap berjalan aman.

“Dalam dua, tiga hari kedepan, empat paket yang ikut Pilkada akan menemui bupati,” katanya.

“Dia itu pemimpin untuk semua rakyat Mabar. Bupati jangan sampai tidak aman ke depannya,” ungkap Hamsi. (Nan/Arr/ARL/Floresa)