Umat di Labuan Bajo mencium salib Yesus pada Jumat Agung 25 Maret 2016. Foto: Ferdinand Ambo

Labuan Bajo, Floresa.co – Uskup Ruteng, Mgr Hubert Leteng Pr mengajak umat Keuskupan Ruteng khususnya umat Katolik di kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat untuk menjaga keamanan di daerah tujuan pariwisata ini.

“Umat mengawasi setiap pergerakan orang yang mencurigai.Kita perlu waspada bagi pendatang baru yang belum kita kenal. Awasi gerak-gerik mereka,” kata Uskup Hubert saat berkotbah pada perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus, Labuan Bajo,Jumat (25/3/2016)

Uskup Hubert mengatakan wilayah Labuan Bajo adalah daerah tujuan wisata dunia. Karena itu, kota ini harus aman dan damai sehingga wisatawan tetap menjadikan wilayah ini sebagai tempat berwisata.

“Mari kita sama-sama memerangi teroris,ISIS dan kelompok Gafatar. Kelompok ini tidak boleh ada di Labuan Bajo,”kata Uskup Hubert.

Menurutnya, keberadaan kelompok radikal membahayakan kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama. Karena itu, apabila ada pergerakan kelompok tersebut, maka segera di cegah secara cepat.

”Jangan biarkan kelompok radikal mengganggu dan memecah belah kedamaian wilayah ini,” tandasnya.

Pantauan Floresa.co, misa Jumat Agung berlangsung mulai pukul 15.00 Wita. Ribuan umat berdesakan mengikuti prosesi misa yang dipimpin Uskup Hubert didampingi Pastor Paroki Rm Rikard, Pr.

Ribuan umat terpaksa berdiri di bagian kiri dan kanan gereja, akibat daya tampung gereja yang terbatas. Banyak diantara umat yang datang membawa kursi plastik sendiri dari rumah.

Di sela-sela misa juga sempat terjadi hujan. Usai prosesi mencium salib, umat lari menghindari hujan yang turun sebelum penerimaan komuni. Untung saja hujuan tidak berlangsung lama, sehingga penerimaan komuni berjalan normal.

Sebelum perayaan misa, sejak pukul 08.00 Wita hingga selasai ribuan umat mengikuti drama jalan salib yang dilakoni siswa Seminari Labuan Bajo. Drama di berawal dari kantor Bupati Manggarai Barat melintasi jalan SMK Loyola. Ribuan umat mengikuti secara khusyuk. Drama penyaliban berakhir di halaman gereja Roh Kudus Labuan Bajo. (Ferdinand Ambo/Floresa)