Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: Ist)

Floresa.co – Selain Flores, masyarkat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga ingin memisahkan diri, menjadi provinsi sendiri.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu 23 Maret 2016 mengatakan setidaknya ada 199 usulan pembentukan daerah otonomi baru.

“Dan usulan itu memaksanya luar biasa,” kata Tjahjo seperti dilansir kontan.co.id.

Tjahjo mengatakan, salah satu daerah yang meminta jadi otonomi baru adalah Sumba. Sumba meminta Nusa Tenggara Timur dipecah menjadi dua.

BACA Juga:Provinsi Flores: Hanya Sekedar Wacana?

Selain Sumba di NTT, daerah lain yang mengusulkan menjadi provinsi sendiri adalah Buton yang ingin pisah dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian, Nias dan Tapanuli Selatan dan Cirebon ingin membentuk daerah otonom baru.

Namun, menurut politikus PDI-Perjungan ini, tidak mudah memenuhi aspirasi pembentukan daerah otonom baru tersebut. Apalagi berkaca pada pada hasil pemekaran yang sudah pernah dilakukan beberapa tahun belakang.

Evaluasi Kementerian Dalam Negeri menunjukkan  pemekaran daerah atau pembentukan daerah otonomi baru, banyak yang tidak sesuai harapan pemerintah.

“Pendapatan asli daerah yang tidak jalan, pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakatnya juga, itu datanya sudah ada di Kementerian Dalam Negeri,” ujar Tjahjo.

Selain ketidakberhasilan pemekaran sebelumnya, pertimbangan anggaran negara juga menjadi alasan pemerintah pusat tidak mudah memenuhi aspirasi pemekaran daerah.

“Kalau 199 dikabulkan, berapa yang harus digelontorkan, pasti mengandalkan anggaran dari pusat,” katanya.

BACA Juga: Inikah Penyebab Provinsi Flores Gagal Terbentuk Tahun 1956?

Wacana pemekaran provinsi NTT memang menguat beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah kelompok di Flores juga menyuarakan pembentukan provinsi Flores, memisahkan dari Sumba dan Timor.

Wacana pembentukan provinsi Flores ini bahkan sudah ada sejak tahun 1956. Namun, hingga saat ini masih terus menjadi wacana. (PTD/Floresa)