Frans Sarong (Foto: Flobamora.net)

Borong,Floresa.co – Fransiskus Sarong memastikan diri akan ikut bertarung dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Kabupaten Manggarai Timur – Flores, NTT.

Kepada wartawan di Borong,Rabu 23 Maret 2016, wartawan senior harian Kompas ini mengatakan akan maju sebagai calon bupati melalui partai politik (parpol) bukan jalur indenpenden.

Menurutnya, jalur parpol dalam pilkada memiliki peluang untuk menang ketimbang melalui jalur independen. Apalagi aturan untuk jalur independen saat ini diwacanakan semakin ketat. Harus mengumpulkan 20% Kartu Tanda Penduduk (KTP) wajib pilih kemudian diverifikasi.

“KTP elektronik masyarakat Matim, kemungkinan tidak mencapai 20%. Hal itu menyulitkan bagi calon independen,”kata Frans.

Meski memutuskan maju melalui parpol, namun Frans belum mengungkapkan partai yang bakal mengusngnya. Tetapi menurutnya sudah ada beberapa partai yang menyatakan siap mendukungnya.

“Partai tersebut yang pasti mencari figur yang siap menang bukan siap kalah,”kata Frans yang sudah pensiun dari harian Kompas ini.

Frans juga masih tutup mulut soal bakal calon wakilnya. Namun, ia membocorkan pendampingnya itu dari kalangan birokrat.

“Saya belum bisa sebutkan, yang pasti dari birokrasi. Kami sudah komunikasi sejak awal. Sampai hari ini masih komitmen untuk maju bersama,”ujar pria asal Rende, Kecamatan Kota Komba ini.

BACA Juga: Ingin Jadi Bupati Matim, Apa Motif Frans Sarong?

Frans Sarong mengaku ikut bertarung di pilkada Manggarai Timur karena saat ini menurutnya pembangunan di daerah yang dibentuk tahun 2007 itu, tidak sesuai kebutuhan dasar masyarakat serta pembangunan yang tidak merata di setiap kecamatan.

“Coba dibayangkan masyarakat Elar Selatan ke Borong untuk urus dokumen di (Dinas) Catatan Sipil mesti melewati Kabupaten Ngada serta butuh waktu dua sampai tiga hari untuk tiba di Borong. ni memprihatinkan,” katanya.

Frans mengkritisi isu yang berkembang selama ini bahwa calon yang ikut dalam pilkda harus berdomisili di wilayah Manggarai Timur. Menurutnya, walaupun tinggal di Manggarai Timur, tetapi tidak berbuat apa-apa juga, sama saja.

“Mendingan calon yang tinggal di luar Matim yang sudah berbuat banyak untuk masyarakat Matim,”katanya.

Frans mengaku sebagai jurnalis dia sudah berbuat untuk daereahnya. Sejak dirinya menjadi wartawan Kompas, ia mengaku sudah banyak sumbangan air bersih di wilayah Manggarai Timur. Proyek yang didanai program Dana Kemanusian Kompas itu juga ada di Manggarai Barat.

“Saya sudah keliling seluruh wilayah Matim,saya mengerti apa yang dibutukan masyarakat,”katanya.

(Gerasimos Satria/Floresa)