Sabtu, 23 Oktober 2021

Menebus Darah Petani Kopi Colol 

Oleh: YOHANES IRFANDI ASAM

Refleksi atas tragedi Rabu Berdarah 10 Maret 2004

SYAIR tandak (sanda), “Ea ngae le/ le Colol/ le Colol Ea ngae/ le Colol manga kopi/manga doi.” Meski samar bergetar dalam bilik hati, syair itu mau mengatakan bahwa Colol adalah kampung penghasil kopi. Ingat Colol berarti ingat kopi. Ada kopi, ada uang. Demikian terjemahan bebas syair sanda ini

Secara geografis, Colol terletak di Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Topografi berbukit-bukit dengan diapiti gunung-gunung serta iklim yang dingin, menjadikan daerah ini cocok bagi pengembangan tanaman kopi. Saat ini, Colol merupakan penghasil kopi terbesar untuk Manggarai Raya dan menjadi trade mark-nya kopi Manggarai.

Sebagai contoh, pada tahun 2010, dari 6000 ton hasil kopi di Manggarai, 3000 ton disumbang dari kebun kopi di kawasan Colol. Sementara itu, pada tahun 2013, Kepala Perwakilan PT. Incocom Citra Persada Surabaya, salah satu eksportir kopi Flores mengatakan, 400 ton kopi Colol berhasil diekspor ke luar negeri.

Colol sudah dikenal sebagai penghasil kopi sejak zaman kolonial Belanda. Aroma kopi Colol telah menarik simpati Pemerintah Belanda sehingga pada tahun 1937 mengadakan perlombaan kebun kopi dimana pertandingan itu dimenangkan oleh Bernardus Ojong, salah satu petani asal Colol.

Hingga kini penghargaan berupa bendera Belanda itu masih tersimpan rapi di rumah Rudolf Ronco, salah seorang anak Bernadus Ojong. Pada bendera ukuran 160×200 sentimeter itu tertulis “Pertandingan Keboen 1937 Mangggarai. Angka 1937 ditulis di atas gambar pucuk kopi, dalam bentuk setengah lingkaran.

- Advertisement -

8 KOMENTAR

  1. Terharu membacanya…semoga pemerintah dapat mengatasi sistem monopoli hasil bumi di Manggarai

  2. Setuju!!! Saat nya pemerintah berpihak pada petani. Operasi pasar oleh dinas terkait harus ditingkatkan. Jangan lagi pemerintah di atur oleh oknum tengkulak/pengusaha yang rakus.
    Pemerintah juga harus bisa memberikan kredit murah kepada petani ketimbang petani berhadapan dengan jasa ijon yg sungguh mencekik. Pemerintah juga harus mampu memasarkan hasil bumi dari petani langsung ke pabrik. Kenapa tidak? Toh kalo masyarakat terakomodasi..hidupnya pasti akan lbh baik. Pemerintah harus benar2 bekerja utk rakyat. Jangan biarkan rakyat di gilas oleh kejam nya oknum oknum berduit.#joe

  3. Luar biasa, buah pikiran yg tertuang dlm tulisan ini adalah ungkapan jeritan hati dari para pejuang kopi Colol. Semoga tulisan ini bisa dibaca terutama oleh pihak pemerintah MaTim. Kita Mau Rakyat Sejahtera
    …Hidup Penulis!!!

  4. Turut berduka bagi para korban smga arwah merka ditrma disisi bp amin thanks buat penulisnya jd terharu

  5. Salah satu cara untuk mematikan praktik ijon kopi atau komoditas lain di manggarai, colol lebih khusus, adalah berpartisipasi aktif di Koperasi Karyawan Dioses (KOPKARDIOS). Ini yg paling tren di manggarai saat ini. Di era globalisasi kapitalistis spt sekarang ini, pemerintah tidak lagi menjadi satu satunya pihak yang menguasai hajat hidup orang banyak. Pemerintah semakin tidak berdaya di hadapan pemilik modal.

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga