Sabtu, 27 November 2021

Hampir Separuh PNS di Indonesia Bengong Sampai di Kantor

Floresa.co – Krtikan masyarakat terhadap kinerja sebagian Pgawai Negeri Sipil (PNS) yang malas-malasan mendapat konfirmasi dari Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sebanyak 43 persen dari 4,517 juta PNS di Indonesia ternyata memang datang ke kantor dengan kondisi tidak tahu apa yang mau dikerjakan. Kondisi ini tak hanya terjadi di pemerintah pusat tetapi juga di pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja.

“42 persen dari 4,517 juta PNS di Indonesia tidak tahu apa yang harus dia kerjakan. Begitu sampai kantor, dia bingung mau kerjakan apa,” kata Setiawan dalam rakor pendayagunaan aparatur negara tingkat provinsi yang dihadiri para sekda provinsi se-Indonesia, di Jakarta, Selasa 8 Maret 2016, seperti dilansir JPNN.

42 persen PNS itu, menurut Setiawan ada di jabatan fungsional umum (JFU). Karena itu, kepada seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) yang hadir, dia meminta melakukan audit organisasi dan memetakan PNS-nya di JFU.

Dengan pemetaan akan diketahui berapa sebenarnya jumlah PNS yang masih bisa didongkrak kemampuannya dan berapa harus dirasionalisasi.

“Para sekda silakan melakukan audit organisasinya. Petakan PNS di JFU ada di posisi apa, punya kualifikasi atau tidak. Setelah dapat hasilnya, baru kita menanjak pada langkah berikutnya,” tandasnya.

Dia menambahkan, pemerintah tidak bisa membiarkan PNS yang datang ke kantor hanya melongo. Semua harus tahu kerjanya apa dan menghasilkan kinerja. (JPNN/PTD/Floresa)

- Advertisement -

2 KOMENTAR

  1. Segera diaudit biar bisa dipetakan dan punya kualifikasi…intinya jangan menunngu…segeraaaa…negara ini sudah darurat malas2an…

  2. Menteri: PNS yang Jadi Tim Sukses Pilkada Akan Dipecat. Pernyataan menteri ini, kok tidak terealisir. Banyak PNS di MABAR sebagai tim sukses ketika PILKADA lalu, tetapi aman-nyaman saja> Yang benar saja Menteri Reformasi Birokrasi ini.

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga