Kamis, 15 April 2021

Terkait Utang Rp 1,2 Miliar, Bupati Tote Diminta Jangan Jadi Pilatus

Borong, Floresa.co – Bupati Manggarai Timur -Flores, Yosef Tote diminta untuk tidak mencuci tangan atau mengikuti gaya Pilatus terkait utang Rp 1,2 Miliar di Toko Kembang, Borong.

Hal itu disampaikan oleh Niko Martin, politisi PDI Perjuangan, yang ikut mengungkap masalah ini ke publik.

Pada Rabu kemarin, Tote menyangkal adanya utang tersebut. “Tidak ada utang. Itu sudah diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kalau ada di luar itu, coba tanya pada orang yang menyampaikan itu,” ujar Tote kepada Floresa.co usai mengikuti acara peresmian kantor Polres Manggarai di Ruteng.

- Advertisement -

Ia menegaskan, informasi soal utang itu di luar pengetahuannya sebagai bupati.

- Advertisement -

“Kalau yang mengatakan ada utang, saya tidak tahu lagi. Coba tanya mereka yang bilang begitu kah,” tegasnya, singkat.

Niko mengatakan, pernyataan bantahan tersebut sudah tidak sesuai dengan jawaban tertulis pemerintah dalam dokumen Rancangan APBD Matim tahun 2016 yang dibacakan Tote pada 19 November lalu di forum paripurna DPRD Matim.

“Rujukan saya adalah jawaban tertulis pemerintah seperti yang dilansir media,” kata Niko kepada Floresa.co.

Ia menjelaskan, antara jawaban tertulis itu dengan pernyataan Tote kemarin, ada kontradiksi.

- Advertisement -

2 KOMENTAR

  1. Bukan saatnya saling membantah,intinya kalaupunya utang ya dilunasi dong. Tidakmungkintoko kembang indah asaltagi saja. Cros cek sajake toko kembang indah lalu dilunasi.selesai perkara. Bagaimana kalau kita posisiditokokembang indah. ya rugi dong utang sampebertahun-tahun.

  2. Perlu hati2 dg toko kembang…banyak kesaksian…kalau misalnya kita bon foto cpy 250 ribu….minggu dpn sdh diubah jd 2.500.000.

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga