Sabtu, 25 September 2021

Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa SMA di Borong,THL di Kantor Ayahnya

Borong,Floresa.co – Blasius Geryanto Faldi Mbot,tersangka kasus penganiayaan pelajar SMAN II Borong ternyata bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas(THL) di kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Kantor tersebut merupakan kantor yang dikepalai oleh ayahnya sendiri yakni Petrus Jafar. Blasius Geryanto Mbot menjadi THL dikantornya mulai tahun 2015.

Sekertaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur – Flores, Matheus Ola Beda saat dikonfirmasi Floresa.co, Selasa (1/3/2016) mengatakan akan menindak tegas setiap THL yang melakukan tindakan melawan hukum, apalagi melakukan penganiayaan anak dibawa umur.

- Advertisement -

“Nanti kita telusuri persoalannya.Jika terjadi kesalahan yang fatal maka kita perintahkan pimpinan instansi terkait untuk melakukan pemecetan. Hak untuk melakukan pemecatan adalah Pimpinan SKPD bukan Sekda,” kata Matheus.

BACA Juga: Anak Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Matim Jadi Tersangka

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah, Petrus Jafar saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku sedang sibuk.

“Maaf Ade, Lagi sibuk ini,” kata Petrus Jafar dan langsung menutup sambungan telepon.

Untuk Diketahui, Jumat (27/2/2016) pukul 22.00 Wita, Blasius Geryanto Faldi Mbot bersama enam temannya menganiaya Maksimus Erdon (15), pelajar SMAN II Borong. Blasisus Geryanto Faldi Mbot mengunakkan mobil dinas milik ayahnya untuk melancarkan kegiatannya penganiayaan bersama-sama teman-temannya itu.

Polsek Borong sudah menetapkan Blasius Geryanto Faldi Mbot dan Robertus Royalis sebagai tersangka sedangkan 5 pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Hingga hari ini, pihak kepolisian belum menjelaskan secara resmi motif dibalik penganiayaan. Pihak kepolisian mengaku sedang mendalami kasus ini dengan meminta keterangan beberapa saksi.Sementara barang bukti yakni mobil dinas sudah diamankan oleh Pihak Polsek Borong.

Kapolsek Borong, AKP Say Nono Yohanes kepada Floresa.co berjanji akan menindak tegas siapun di daerah ini yang melawan hukum. Ia mengatakan tidak memandang latar belakang orang tuanya, baik itu anak pejabat pemerintah mapun bos-bos. (Gerasimos Satria/PTD/Floresa)

- Advertisement -

Baca Juga