Floresa.co membuka kesempatan kepada Anda yang ingin menulis untuk publik melalui rubrik “Analisis” dan “Literasi.”

BerandaARTIKEL UTAMAMafia dan Karut-Marut Pengelolahan...

Mafia dan Karut-Marut Pengelolahan Pasar Inpres Borong

Borong,Floresa.co – Kamis,(25/2/2015) sebanyak 59 penjual sayuran, buah-buahan dan sirih pinang di Pasar Inpres Borong mendatangi kantor DPRD Manggarai Timur (Matim)-Flores,Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di bawah komando Andreas Kornase, mereka menumpangi truk menuju kantor DPRD di Lehong.

Sesampai di gedung wakil rakyat itu, para pedagang yang didominasi ibu-ibu itu diterima oleh Wakil Ketua DPRD Matim,Wilfridus Jiman serta beberapa anggota DPRD lainnya seperti Adven S Peding, Sprianus Reamur dari Partai NasDem, Sprianus Nejang dari partai PKPI, Mensi Anam dari partai Hanura, Herimias Dupa dari partai PAN, serta beberapa anggota dewan.

Sebelum menyampaikan aspirasinya di hadapan para anggota dewan yang terhormat, sejam lamanya para pedagang ini menunggu kehadiran para pejabtan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD).

Perindakop berperan membangun los-los di semua pasar di wilayah Matim, termasuk gedung bertingkat dan los-los di Pasar Inpres Borong.

Sedangkan Dinas PPKD berperan membagikan los-los di pasar sekaligus menerbitkan Surat Keterangan Retrebusi Daerah (SKRD).

Sambil menunggu datangnya pimpinan instansi terkait, Andreas Kornase kepada Floresa.co, Kamis (25/2/2016) mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan keluahan sebagai penghuni Pasar Inpres Borong.

“Jika apa yang diinginkan oleh para penjual sayuran, buah-buahan dan penjual sirih pinang tidak dipenuhi, maka kami akan datang lagi untuk demo,” kata Kornase dengan semangat.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga