Sejumlah aparat TNI di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak berjaga-jaga di lokasi tambang PT Soe Makmur Resources. Warga di sekitar lokasi tambang mengaku sejumlah aparat mengintimidasi mereka agar menyerahkan lahan kepada PT SMR. (Foto: dok. Floresa)

Floresa.co – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo diminta segera mencopot bawahannya Dandim Letkol Infantri Erwin di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) karena dianggap tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Desakan itu disampaikan oleh Hendrikus Hali Atagoran dari Divisi Hukum dan HAM Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formada NTT), Jumat (26/2/2016) dalam pernyataan tertulis kepada Floresa.co.

Menurutnya, Dandim TTS telah hadir bukan lagi sebagai aparat negara yang melindungi setiap rakyat, malah membela perusahan tambang PT Soe Makmur Resources (SMR) yang kini sedang terlibat konflik dengan warga.

”Mengapan TNI terkesan jadi humas PT SMR? Kondisi sekarang, yang terjadi justru PT SMR sedang membenturkan aparat TNI dengan masyarakat, aktivis dan Gereja,” katanya.

“Oleh karena itu, kami meminta agar Panglima TNI segera memanggil Danrem Wirasakti Kupang dan Dandim TTS untuk mempertanggungjawabkan tindakan TNI di TTS,” tegasnya.

Ia juga mendesak Panglima TNI agar menarik TNI dari lokasi tambang yang terletak di Supul, Kecamatan Kuatnana.

Ia menjelaskan, saat ini, pihak PT SMR terus bergerak agar tetap bertahan mengeksploitasi mangan.

BACA: Aparat TNI di TTS Diduga Bekingi Perusahan Tambang

“Kendati telah diprotes banyak pihak, PT SMR merasa telah melakukan aktivitas pertambangan sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sementara fakta di lapangan, PT SMR justru banyak melanggar aturan perundang-undangan,” katanya.

Saat ini warga di TTS dibantu oleh para pendeta, pastor dan sejumlah aktivis untuk melawan PT SMR yang mencaplok lahan mereka. (Ari D/ARL/Floresa)