BerandaARTIKEL UTAMAIrvan Kurniawan: Mahasiswa Asal...

Irvan Kurniawan: Mahasiswa Asal Matim, Lulusan Terbaik di Undana

Floresa.co – Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu petik. Kata-kata itu pas untuk membahasakan apa yang dialami Irvan Kurniawan hari ini, Sabtu (27/2/2016).

Pemuda asal Biting, Desa Uluwae, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur itu meraih predikat cum laude dan menjadi salah satu mahasiswa terbaik tahun iniHasil itu, katanya, digapai, berkat kerja keras, selama proses kuliah.

Irvan bersama tiga rekannya berhak mendapat sebutan “terbaik” dari total 1.340 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, yang diwisuda hari ini.

Tiga lainnya adalah Yohanes Sadipun, mahasiswa asal Maumere jurusan Epidemiologi dan Biostatistika pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Ada juga Rian Van Frits Kapitan, mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Hukum. Ia berasal dari Rote. Di antara 3 mahasiswa, ada juga satu mahasiswi, yakni Astried Priscilla Cordanis asal Atambua. Ia kuliah Jurusan Agribisnis pada Fakultas Pertanian.

Kepada Floresa.co, Irvan menyatakan rasa bangganya. “Saya senang karena saya tidak menyangka bisa mendapat prestasi ini di tengah kesibukan saya yang padat di organisasi,” ungkapnya.

Pemuda bernama lengkap Fransiskus Xaverius Kurniawan ini memang dikenal sangat aktif berorganisasi.

“Saya akhirnya menyimpulkan belajar dan berorganisasi adalah salah satu paket yang turut membantu saya dalam meraih prestasi ini,” katanya.

Keluarga dan Sanpio

Irvan lahir di Biting, 3 Desember 1991 ini dari pasangan Bapak John F. Basri dan Ibu Rosalia Kartina.

Profesi orangtua sebagai guru, membuat ia sejak kecil dibiasakan untuk membaca, menulis dan berdiskusi.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT