BerandaARTIKEL UTAMAKasus Lando-Noa: Hamsi Diperiksa...

Kasus Lando-Noa: Hamsi Diperiksa Tipikor, Kapan Giliran Dula?

Labuan Bajo, Floresa.co – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai Barat – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini Rabu (24/2/2016) memeriksa mantan Ketua DPRD Kabupaten Mangarai Barat, Mateus Hamsi terkait dugaan korupsi proyek jalan Lando – Noa di Kecamatan Macang Pacar.

Proyek di ruas jalan provinsi itu didanai dari APBD Induk Manggarai Barat tahun 2014 dan dikerjakan CV Sinar Lembor tanpa melalui proses tender.

Dalam penyidikan kasus ini, sudah 23 orang yang diperiksa sebagai saksi. Bahkan, ada di antara para saksi yang diperiksa berkali-kali sepanjang Januari hingga Februari tahun ini.

BACA Juga: Terkait Lando-Noa, Ayah Direktur Sinar Lembor Diperiksa Penyidik Polres Mabar

Hamsi diperiksa sebagai saksi, terkait pengakuan Direktur CV Sinar Lembor Indah, Vinsen dan juga Aleks atau kerap disapa Baba Ihing, Wakil Direktur (Ayah Vinsen). Kedua saksi ini mengaku mulai mengerjakan proyek tersebut sebelum proses tender atas perintah Hamsi dan Bupati Agustinus Ch Dula saat itu.

Hamsi diperiksa selama tiga jam pada hari ini. Usai  diperiksa, kepada Floresa.co, ia  membenarkan bahwa dirinya menelepon CV Sinar Lembor dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Mabar.

“Kalaupun saya telepon bukan sebagai kapasitas DPR, tetapi sebagai ketua Gapensi,”ujarnya.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....