Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Frederika Sock. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Sebanyak 25 sekolah menengah negeri di Manggarai Timur – Flores, NTT belum mempunyai gedung untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Para siswa terpaksa menumpang di gedung sekolah terdekat.

Rinciannya, ada 12 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan 13 Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah kabupaten Manggarai Timur.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Pemudan dan Olaraga (PPO) Manggarai Timur, Frederika Soch kepada wartawan di Borong, Rabu (17/2/2016) menjelaskan 25 sekolah yang belum memiliki gedung tersebut terpaksa mengunakan ruangan milik SD dan gedung SMP terdekat.

“Ruangan yang tidak dipakai oleh SD dimanfaatkan untuk kegiatan KBM. Selain ruangan SD, sekolah yang tidak memiliki gedung terpaksa nebeng di ruangan kelas milik SMP satu atap di sore hari untuk KBM,”ungkap perempuan yang biasa disapa Ika ini.

Frederika menjelaskan tahun 2016 ini, anggaran yang tersedia hanya untuk pembangunan 12 gedung SMAN saja. Anggaran itu berasal dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp 5 miliar.

Sedangkan, sisa 13 gedung SMPN belum dianggarkan pembangunan gedungnya tahun ini. Fredrika berharap tahun depan dana untuk pembangunan gedung 13 SMPN tersebut dianggarkan.

“Harapnya tahun depan sekolah yang belum memiliki gedung tersebut segerah selesai dibangun,” katanya

Frederika menambahkan tahun ini pemerintah daerah Manggarai Timur tidak ada rencana untuk menambah sekolah baru, baik SMAN maupun SMPN. Pemda, kata dia, fokus pada pembangunan gedung sekolah dan pembenahan guru yang mengajar si sekolah-sekolah agar mendapat upah yang layak. (Gerasimos Satria/PTD/Floresa)