Walikota Surabaya, Risma Rismaharini berfoto bersama keluarga Manggarai di Surabaya. (Foto: Andi Andur)

Floresa.co – Weta agu Nara, Neka Hemong Kole Beo,” pesan itu disampaikan Risma Rismaharini, Walikota Surabaya, mengakhiri sambutannya.

Spontan, hadirin yang memenuhi  di Gedung Wanita Kalibokor larut dalam tawa, mendengar Bu Risma, membaca pesan itu dalam dialeg yang terdengar unik.

Pada Sabtu, 14 Februari, Risma hadir dalam acara pertemuan akbar Ikatan Keluarga Manggarai Surabaya (IKEMAS).

Di hari itu, Risma, salah seorang pejabat publik yang terkenal dengan ketegasan sikapnya, hadir dan bergabung bersama warga asal Nuca lale.

Menarik bahwa, ia menganakan pakaian adat, dan sebuah selendang menyilang di tubuhnya.

Risma tampak seperti enu Manggarai, sebuah sebutan untuk perempuan Manggarai.

Saat memberi sambutan dalam acara itu, ia menyampaikan apresiasi.

Menurutnya, kegiatan itu sesuai dengan harapan dan cita-citanya untuk menjadikan Surabaya sebagai kota dengan beragam kultur dan budaya dari seluruh Indonesia, sehingga Surabaya menjadi miniatur Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan IKEMAS ini, karena sesuai dengan impian dan cita-cita saya untuk menjadikan Surabaya sebagai miniature Indonesia,” kata Risma.

Kumpul bersaa ini digelar bertepatan dengan 14 Februari, Hari Valentine, atau dalam bahasa Manggarai, “Leso Momang Tau.

Selain temu kangen, temu akabr ini juga diisi diskusi. Keapikan dan keuletan moderator Anicetus Savio Mutu membuat dialog interaktif perdana ini menjadi semakin hidup.

Narasumber seperti Prof. Dr. Aloysius R. Entah, SH, AKBP. GW Thody, SH, MH, Priskardus H. Candra, SS. MHum dan Yohanes Djakar, SH pun menjadi semakin menyatu dengan para undangan yang sebagian besar adalah tokoh-tokoh dan mahasiswa Manggarai di kota Surabaya.