Seorang anggota TNI sedang membantu proses evakuasi korban banjir di Reo, Kecamatan Reok pada Minggu (31/1/2016). (Foto: Ist)

Reo, Floresa.co – Banjir kembali terjadi di kota Reo, Kecamamtan Reok, Kabupaten Manggarai -Flores, pada Kamis malam(11/2/2016). Berbeda dengan banjir yang terjadi pada 31 Januari lalu, banjir kali ini terjadi bukan karena luapan Wae Pesi.

“Bukan banjir kiriman dari Ruteng (luapan Wae Pesi), tetapi banjir lokal karena tidak berfungsi secara optimalnya drainase. Itu yang menyebabkan beberapa rumah penduduk di Wangkung, Sengari, Kelurahan Baru, dan kelurahan Mata Air (separuh) tergenang air,”ujar Camat Reok Kanis Tongka kepada Floresa.co, Jumat (12/2/2016).

Kanis mengatakan ketinggian air rata-rata 50 sentimeter. “Di Sengari tadi ada beberapa penduduk mengungsi,”ujarnya.

Kanis menjelaskan, sebelumnya pada akhir Januari lalu, juga terjadi banjir di daerah sekitar terminal Reo. Saat itu, banjir terjadi karena luapan Wae Pesi.

Namun, penyebab banjir pada Kamis malam, kata dia karena curah hujan yang tinggi di Reo pada Kamis kemarin. Di sisi lain, draniase tidak berfungsi optimal menyalurkan air ke laut.

“Ada saluran drainase yang dibagun dengan dana APBN, tetapi mereka (Satker PU) tidak perhitungakan betul elevasinya, sehingga air mengalir tidak lancar,”ujarnya.

Kanis mengatakan, Jumat siang ini, banjir sudah surut kembali. “Hanya tadi malam saja karena hujan kemarin siang sampai malam,”ujarnya.

Selain menggenangi pemukiman, banjir juga menggenangi sawah di sepanjang Reo menuju Kedindi. “Untungnya, padinya sudah berakar, sehingga tidak terhanyut,”ujarnya. (Petrus/PTD/Floresa)