Senin, 12 April 2021

Kehadiran 12 Uskup dalam Pernikahan Keluarga Pengusaha di Jakarta Dikritik

Floresa.co – Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) mengkritik 12 uskup yang hadir dalam pemberkatan pernikahan pasangan dari keluarga pengusaha di Jakarta pada Sabtu (6/2/2016).

Hermawi Taslim, Ketua Forkoma PMKRI menyebut, kehadiran para uskup itu dalam pernikahan pasangan Melisa Kristi Kristianto dengan Narsis Nararya Ciputra di Katedral Jakarta “berlebihan dan terkesan menghilangkan sikap kritis Gereja Katolik yang terkenal dengan semboyan option for the poor atau berpihak pada orang miskin.”

BACA JUGA: Kontroversi 12 Uskup

- Advertisement -

Narsis merupakan cucu dari pengusaha properti Ciputra, sementara Melisa adalah anak dari pengurus Yayasan John Paul II, Lucy Liando.

- Advertisement -

Hermawi mengatakan, sesuai ketentuan hukum kanonik, keabsahan dan kesakralan perkawinan dalam tata cara Katolik memang harus dilakukan oleh pejabat Gereja, dalam hal ini uskup atau pastor.

“Tapi masih menurut hukum kanonik, pejabat Gereja tersebut cukup satu, tidak perlu berbondong-bondong hingga belasan, sehingga terkesan diistimewakan,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis, Senin (8/2/2016).

Ia menjelaskan, seharusnya para uskup lebih mencurahkan waktu dan pemikiran mereka untuk membangun jiwa dan mental umat di keuskupan masing-masing, khususnya umat di daerah pedalaman.

Para uskup yang hadir dalam Misa pernikahan itu hampir merata dari seluruh wilayah nusantara. Beberapa di antaranya adalah Uskup Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto MSF, Uskup Amboina Mgr Petrus Mandagi MSC dan Uskup Manado  Mgr Josef Suwatanan MSC.

Menurut Hermawi, hal-hal seperti ini menyinggung kepekaan dan kekritisan umat khususnya di kalangan aktivis, seperti Forkoma PMKRI.

Ia berharap, di masa yang akan datang, pelayanan umat lebih merata, fokus, dan terhindar dari kesan keberpihakan atas status-status sosial ekonomi umat itu sendiri.

Secara terpisah, Benny Sabdo, penulis buku “Kiprah Tokoh Katolik Indonesia” juga mengkritik hal tersebut.

“Ada yang mengatakan semakin banyak uskup, semakin banyak berkat, seolah-olah berkat itu dapat dikapitalisasi,” ungkapnya.

Benny menjelaskan, peristiwa ini tergolong langka. “Apakah mungkin terjadi fenomena seperti ini pada pengantin yang miskin. Padahal, Paus Fransiskus mendedikasikan Gereja bagi kaum miskin,” gugatnya.

Ia menandaskan, memboyong 12 uskup dengan biaya yang mahal ke Jakarta memberikan signal yang keliru kepada umat Katolik dan masyarakat Indonesia.

“Bukan karena keluarga mempelai tidak boleh kita beri simpati. Barangkali keluarga mempelai banyak berbuat baik dan pantas diakui tapi hal yang sama tidak terjadi pada umat biasa. Padahal, kita jangan memberikan perlakuan khusus kepada mereka yang diberkati karena kekayaan,” paparnya.

Menurut Benny, kritik ini harus dimaknai dalam perspektif yang positif demi kewibawaan hiraki Gereja Katolik.

Ia juga mendesak agar praktek misa jor-joran uskup dalam pernikahan atau pemberkatan rumah ditertibkan demi kesucian sakramen.

BACA JUGA: Dikritik Hadiri Misa Pernikahan Pengusaha, Ini Respon Uskup

“Hal ini bertujuan agar tidak terjadi manipulasi oleh status sosial tertentu. Sebaiknya, Ekaristi dengan banyak uskup itu dikhususkan bagi event hirarki Gereja saja,” tegasnya. (Ari D/ARL/Floresa)

- Advertisement -

92 KOMENTAR

  1. Kritikan yg sangat konstruktif. Bila tidak disadari, maka ada kemungkinan gereja jatuh ke kapitalisme rahmat dan sakramen seperti yg pernah dialami gereja dlm di abad2 lalu…

  2. Mudah2an keluarga kaya tsb yang membayar semua,…. mungkin di lakukan oleh para uskup tsb agar tiket pesawat dan uang perjalanan serta ongkos akomodasi seperti hotel tidak mubasir….. demi nama allah semoga biaya tidak keluar dari kas keuskupan masing-masing

  3. Beritanya tdk mendidik. Selidiki dl knapa sampai mereka hadir ? Sah sah saja kalo kita diundang menghadiri. Kalo diundang ya hadir lah. Gthu aja koq dipermasalahkan.

  4. Org diundang menghadiri pemberkatan nikah aja koq dipermasalahkan ? Irih hati kah kamu jika aku berbuat baik ?

  5. Kehadiran mereka boleh jadi mencerminkan pelayanan keluarga yang menikah ini. Mestinya tidak perlu dipersoalkan…..

  6. Kritikan yang bagus. Semoga para uskup makin sadar bahwa apa pun yang dilakukannya pasti selalu disorot oleh banyak orang. Syukur bahwa PMKRI berani menyuarakan hal ini. Bagaimana kalau bukan PMKRI?
    Sah-sah saj para uskup hadir dala pernikahan tersebut. Terima kasih

  7. Mari kita doakan semoga keluarga baru yang mendapat sakramen perkawinan ini, dapat meniru teladan keluarga kudus nazaret. Dan semoga dari keturunannya, dapat dihasilkan gembala-gembala generasi berikutnya yang berkualitas, berguna bagi gereja, bangsa dan negara. Amin

  8. Komentar:kehadiran para uskup bisa saja menjadi keselamatan bagi orang kaya,.sama seperti yesus hadir di rumah Zakeus..berharap saja hadirnya para uskup bisa merubah mainset orang kaya spaya lebih peka terhadap yang kaya.

  9. Para uskup kan diundang, ng mungkin mereka hadir tanpa undangan…
    Sejauh ini peran uskup dalam pembangunan gereja katolik di Indonesia sangatlah membangun.

  10. bagi saya sederhana…YANG MULIA PARA BAPAK USKUP LEBIH MENGETAHUI ALASAN MENGAPA MENGHADIRI NIKAH..faktanya orang miskin banyak ditolong orang yang kaya..banyak gereja megah dibangun dari sumbangan kalangan berduit..di mata Tuhan, jangan2 apa yang kita yakini selama ini melenceng? soal orang kaya sulit masuk surga, seperti sulitnya memasukkan benang ke lobang jarum..ehm

  11. Kesakralan dalam perkawinan suci bukan dilihat siapa yang melakukan pemberkatan. Keberlangsungan dalam membina rumah tangga seperti yang di lakukan keluarga kudus nasaret menjadi hakiki dalam sebuah rumah tangga.

  12. Kalau relasi. Kenal. Mau hadir. Mau memberkati. Apa dilarang? Teman sy org biasa2 sj jauh dr konglomerat tp wkt nihak 3 pastur yg memberkati.
    yg 1 pastur paroki.
    yg 2 lagi teman baik dia dari kecil.
    apa salah?
    jangan menghakimi 🙂

  13. Berpikir positip , jangan merasa pendapatnya paling benar , lihatlah diri didepan kaca cermin , apakah sempurna ?
    Menghadiri undangan pernikahan , apa yang salah

  14. bisa aja terjadi, karena para uskup tdk tahu bahwa undagannya kepada 20 atau 30 uskup sehingga dikiraain cuman dia aja yg diundang…ewhh malah jadinya satu kesebelasan + cadangan. pasti mereka ngga terlalu lekat dgn sosmed,,jdi kepergian mereka pun tdk diekspos kesesama uskupnya hahaha…

  15. Sebagai manusia tdk ada salah ya, meminta uskup untuk hadir.. lagi pula, yang dilakukan juga tugas grja.. dan di dalam grja.. udh sering kho kita dengar keluarga yang dkt dgn para pastur banyak yang dtg untk merayakan acara kegembiraan bersama.. apa yang sih? Tho orang yang nikah juga dr keluarga katolik.. jangan menghakimi mrka, memang benar mrka juga manusia dan perlu di kritik, tapi maka adalah perwakilan kristus di dunia.. slam kebahagian..

  16. Kejadian diatas tidak salah… tapi memang jangan hanya kepada org yg kaya saja… lakukanlah juga pada org yg tidak mampu… kalau memang niatnya tulus…

  17. Gak ada masalah kl para uskup datang untuk memberkati, mungkin mereka memang di undang dan kebetulan waktu nya bisa dan tidak ada kegiatan di keuskupan masing masing.jangan di permasalahkan lah hal yang begini. Mungkin keluarga yg mempunyai acara ini banyak berkontribusi untuk kegiatan gereja. Jadi wajarlah kl para uskup ini datang untuk menghadiri pemberkatan pernikahan ini. Think positive ajah. Gbu

  18. Tidak ada yg salah dari kejadian di pernikahan tsb. Omnia munda mundo. Semuanya bersih, bagi yg bersih.

  19. Komentar: hal seperti ini baru saja terjadi di daerah sy pd jumat pertama bulan ini tgl 5/2/2016. dimana umat sdh siap namun pastor tdk ada disinyalir ada buat misa ulang thn di salah satu umat paroki yg mungkin berada. semoga saja kedepan lbh baik. amin

  20. Sebenarnya hal ini ngga salah, mungkin maksudnya harus dilakukan juga bila pada org miskin? … saudara semua jangan beri kesan kita iri ya, apalagi yang tidak tahu masalahnya… mending konsultasikan dahulu ke gereja masing2 dan pertanyakan bapa uskup, jangan gembar gembor , ingat jangan iri hati… Yesus pasti ngga mau kita iri hati, apapun alasannya.. oke
    .Gbu all

  21. Apanya yg salah? Janganlah terlalu cepat berpikir yg negatif . Kenyataannya para Uskup juga hadir pada pemberkatan nikah dari keluarga2 yg sederhana sejauh mereka diundang dan tidak mengganggu jadwal pelayanan yg lain. Salam Sukacita.

  22. Coba kita buang negatif thinking ya lah, uskup juga manusia. Kalau boleh usul jangan semua uskup pakai baju kebesarannya, cukup 1 saja, krn akan timbul berbagai persepsi yg salah dari umat dan yg lain

  23. Bagaimana dg bbrpa pernikahan didaratan flores ntt yg pernah saya hadiri?
    selebrannya bukan cuma 1 bahkan yg terakhir yg saya hadiri selebran pernikahannya ada 6….1 pastor paroki,2 pastor yg merupakan om kandung mempelai wanita dan 3 pastor yg merupakan sahabat mempelai pria….
    Well,kita tdk pernah tau seberapa dekat hubungan keluarga kedua mempelai ini dg para uskup yg hadir. Dan kita juga tdk pernah tahu apa saja yg selama ini telah dilakukan oleh keluarga kedua mempelai dalam mensukseskan pembangunan gereja katolik dg cara mereka sendiri.
    Sah sah saja adanya kritikan. Tpi alangkah baiknya jika ditelisik lebih dalam lagi sebelum melontarkan kritikan.
    Banyaknya jumlah selebran dalam pemberkatan nikah lebih banyak dikarenakan adanya kedekatan emosional antara kedua mempelai dan juga para selebran. Yang pasti selama pastor paroki setempat masih menjadi salah seorang selebran dalam pemberkatan pernikahan tersebut saya rasa tidak perlu dipersoalkan.

  24. Komentar: sahnya sebuah sakramen tdk sja brgantung pada siapa pemberi atau penerimanya, tetapi jga pada seluruh proses perayaan. Prinsip option for the poor tdk brarti mengabaikan kaum kaya raya. Tetapi jg, mengajak kaum kaya raya untk dg rela membntu sesama yg miskin. Mungkn ini menjadi tujuan kehadiran para uskup

  25. Gak masalh…Yesus aja memenuhi undangan org kaya Zakeus pemungut pajak,.urus saja iman masing-masing!!!

  26. Senang membaca komentar dimana lebih banyak positifnya daripada negatif. Mantap. Katolik Indonesia semakin dewasa.

  27. Berpikir Yang Lebih Kritis, Sebelum Mengkritik Alangkah Lebih Baiknya Bila Kita Tau Lebih Mendalam Mengapa Ke12 USKUP Bisa Hadir Untuk Memberikan Berkat . . .

  28. Bagi saya sah2 saja, mungkin saja ketika mereka masih calon imam, orang kedua mempelai ini adalah orang tua asuh mereka. Contoh saja di Manado, ketika ada perayaan HUT ATAU acara syukuran kurang lebih 10 imam, dan pernah ada 2 uskup, tapi kehadiran mereka tdk pakai pakaian istimewa.

  29. Berpikir positif “Gokkon sipaimaon, Jou jou sialusan”. Ada undangan, maka Uskup datang (ada waktunya). Tuhan memberkati semua yang sudah komentar.

  30. Sebanarnya yg membuat bbanyak uskup datang adalah pengantin putri bukan anak konglonya, karena ibu anak tersebut namyak menolong para uskup tersebut sehingga mau memberikan apa yg bisa mereka berikan. Jadi bukan masalah konglo . Pmkri coba belajar jangan asal bunyi aja .

  31. Apax yg salah dgn kehadiran 12 uskup tsb, mrk diundang ko n px wkt luang utk hadir. Menghargai udgn ptg slm tdk ada halangan krn akan sgt berarti bg yg mengundang. PMKRI sdh mulai negative thinking ni…!

  32. Menunggu seluruh umat 3 agama samawi bersama2 bergandengan tangan, berdoa memohon kpd Tuhannya : segera membuat mujijat damai kan timur tengah & damai kan 3 agama samawi. #agar darah, nyawa, penderitaan saudara/i di timteng segera berhenti karena perselisihan 3 samawi & agar mjd contoh bagi bangsa2 di luar timteng (bukan hanya mengajari). Amin

  33. Terlalu mengada ngada, kalau ,ereka ,empunyai hubungan dekat atau keluarga tersebut memberi kontribusinyang besar d wilayah keuskupan mereka mustahil uskup2 tersebut tidak hadir. Berita yang profokatif dan mengada ada .

  34. Tdk masalahlah,Jarang terjd tp suatu kebanggaan perkawinan Bapa Uskup bs hadir. Kakaku aja ultah ke 70 misa ultah dipimpim 6 pastur….

  35. Semoga hal ini terjadi juga pada orang2 miskin agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan ini.
    Jangan hanya terjadi kepada orang kaya saja atau yg punya byk relasi.

  36. Bingung untuk berkomentar semuanya pada ada benarnya tapi saya sependapat dgn penulis..

  37. Sy termsk 1 dr bagian saudara/i yg tdk setuju menyikapi hal ini. Mslh kehadiran uskup menurut saya tdk mslh apabila konteks nya sbg tamu undangan. Tp dgn dilakukannya pemberkatan oleh 12 uskup tsb mencerminkan eksklusif nya pelayanan dalam gereja utk org/gol tertentu. Sikapi setiap kritikan dgn positif demi menjaga nilai2 Katolik yg sesungguhnya. Amin

  38. Jika memang ada aturan cukup satu saja yg memberkati pernikahan harusnya dilaksanakan….tapi kalo gak ada aturannya sulit utk disalahkan….memang sih kesannya dekat dgn orang berpunya…para uskup hrs mudah peka dan bijak dlm melakukan pelayanan.
    Semoga Gereja Katolik selalu diberkati Tuhan. Amin.

  39. Saya tergerak untuk mengajak saudara/i menyadari dan menghormati tugas perutusan para imam bahkan uskup yg sejak awal membaktikan diri sepenuhnya demi keselamatan kita. Pendidikan dan proses pemilihan mereka akhirnya menjadi uskup saya yakini lebih panjang dan matang daripada kebanyakan kita yg membaca berita ini. Saya yakin akan pertimbangan pastoral yg telah diambil sebelum memutuskan menghadiri pernikahan tsb. Kita turut bersyukur bila ada relasi yg baik antara uskup kita dgn segala kalangan, pendosa maupun para kudus. Kita doakan para imam dan uskup kita agar selalu dalam lindungan Allah dalam menggembalakan kita. Bagaimana pun mereka adalah bapa kita. Bunda Maria, doakan kami.

  40. Orang kaya diberkati nikahnya dan dihadiri oleh banyak uskup kok dipersoalkan?
    Salahnya dimana? Apa ada aturan gereja yang dilanggar? Kalau seandainya yang mengkritik ini hiidup di jaman Yesus, mungkin Yesus akan dikritik juga ketika menghadiri pesta kawin di Kana, pakai mengubah air jadi anggur lagi.

  41. Menurut sy sah sah saja .. Congrats kpd ke 2 pengantin, moga langgeng ampe kakek nenek.

  42. Harusnya sebagai pemimpin atau pelayan, para uskup harus bersikap lebih dewasa dan profesional, artinya tidak melihat seberapa pengaruhnya, kekayaan dan kedekatan orang tersebut dengannya.
    Jangan sampai ada sekat antara si miskin dan kaya. Semua dilayani sama.
    Jaman revolusi di inggris dulu pernah terjadi, dimana katredal identik dgn gerejanya orang kaya, dan kapel identik dgn gerejanya orang miskin.

  43. Dari komentar yang saya baca, banyak tak mempermasalahkan dengan alasan mungkin ada kedekatan. Berarti dasar pelayanan di Katolik adalah kedekatan. Bahkan ada yang bilang mungkin karena yang pesta punya kontribusi banyak. Hehehehe. Pantaslah Martin Luther marah…

  44. Komentar:tdk mnjdi masalah,Uskup jga manusia biasa,yg penting jgn lupa Tuhan,serta pelayannannya di Greja.

  45. Para uskuppun terbelenggu 🙂
    Jangan marah kalau semua agama berakhir pada duit

  46. ora opo-opo, mbok ben lah, …Yesus diurapi maria dengan minyak narwastu, Yudas mengkritik. Para pengusaha mengundang para Uskup hadir dalam pernikahan anak-anak mereka juga dikritik…ingat yo ..orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu… (clekit!!!)

  47. Menurut saya organisasi sebesar Gereja Katolik perlu juga adaptif dan tidak menafikan fakta bahwa persepsi bisa timbul, apalagi dengan peristiwa sebesar ini. Dan yang juga penting adalah kecakapan mengartikulasikan respon secara elegan dan logis, atas persepsi-persepsi semacam ini. Sehingga visi-misi Gereja Katolik tetap terjaga.

  48. memang sah-sah saja bila uskup datang dan sekaligus memberkati kedua mempelai sekaligus. tapi yang menjadi keprihatinan adalah apabila ke 12 uskup tersebut ikut ambil bagian dalam prosesi pernikahan tersebut dan kalau di lihat mereka semua berpakaian kebesaran mereka. jadi terlihat terlalu berlebihan. uskupkan seharusnya lebih tau dan lebih bijak dalam pengambilan keputusan tersebut. dan dalam hal ini menurut saya bukan masalah iri atau bukan tapi masalah konsistennya dalam memberikan pelayanannya. sementara Bapak Paus sekarang mengajarkan untuk memberikan pelayanan tanpa batas untuk kaum miskin. jadi agak sedikit kontradiktif apalagi dengan berbagai isu di paroki masing-masing dalam pelayanannya para pastor parokinya. taukhan… yah semoga saja kedepan bisa jauh lebih baik.

  49. Sering kali organisasi massa yg bernapas iman katolik oknum2x bepikir, berkata dan berbuat tidak katolik. Hanya memahami sesuatu dari sudut pandang sempit dan atas nama organisasinya. Salahkah banyaknuskup ikut mempersembahkan kurban misa utk anggota keluarga atau sahabatnya? Kita sering menerjemahkan kemiskinan hanya dari aspek ekonomi. Tdkkah kemiskinan jg dipandang dari aspek moral keagamaan? Aduh….kenapa ya? Awam katolik yg intelektual kok pikirannya kerdil sekali? Pro eclesia et patria. Salam SUCCESS.

  50. Hal yang gak perlu di permasalahkan,, liat latar belakang mereka,, dan jika Orang tersebut sangat berkontribusi terhadap Gereja kenapa Tidak,, Selamat untuk Mempelai Semoga langgeng..

  51. tidak pernah ada 12 uskup yang datang untuk pernikahan orang tidak mampu. jadi harusnya tau dimana letak kejanggalan misi pemberkatan ini….

  52. Kritik yang membangun sebenarnya… kembali ke para petinggi gereja tsb utk menyadari, bahwa kehadiran mereka tsb menjadi sorotan umat, hal yang paling menonjol dr kritikan tsb adalah bahwa ketika diundang oleh orang2 yang berada (kaya-raya) para uskup tidak sungkan2 utk hadir, tapi ketika urusan menyangkut undangan dari paroki kecil, dari pasangan nikah kalangan bawah, atau dari dewan gereja tertentu, belum tentu yaaa… terpenting, teruslah mengemban misi gereja kedepannya…

  53. Jangan samakan politik praktis di negeri ini dengan gereja katolik dengan membangun isu-isu yg negatif tinting, lihat dengan penuh iman, harapan dan kasih dalam persaudaraan……

  54. Gak apa-apa donk…kalau mrk kenal dekat dengan para uskup tsb kenapa..? Kalo jamannya TUhan Yesus masih di muka bumi ini, TUhan Yesus hadir rombongan dengan 12 muridnya di pesta atau pemberkatan nikah salah satu umatnya…, memang salah…??

  55. Kritikan yang bagus, coba kita melihat si Gibran anaknya Presiden Jokowi waktu menikah.Saya yakin para uskup mau dan peka terhadap kritikan.

  56. option for the poor kan bukan berarti alergi sma org kaya, lagi pula lemiskinan gak bisa diartikan miskin uang dan harta aja… tolong di kritisi lagi cara berpikir kritis mahasiswa katolik sekarang, jgn sampai hnya sebatas luaran saja…

  57. Apa yg salah dg kehadiran 12 uskup dari luar jawa yg miskin? Tidak ada. Mereka semua diundang utk hadir, yg nikah kan putra/i para donatur mereka, wajar2 saja. Tidak usah dibesar-besarkan.

  58. sy rasa hal tersebut tidak usah dipermasalahkan… sah-sah saja kalau para uskup hadir. biar tambah berkatnya dong buat keluarga baru tersebut

  59. Mari kita lihat masukan atau kritikan saudara2 ini sebagai bentuk kepekaan mereka terhadap Gereja kita. Mari kita meneladani Yesus, Tuhan kita yang maharahim, Penyelamat kita, yang datang untuk semua. Paus kita sekarang, paus Fransiskus sangat Katolik, sangat Kristiani dalam hal ini. mari kita meneladani semangat misinya. Tuhan selalu menyertai kita, menyertai Gereja-Nya.

  60. tetangga saya pemberkatan rumah mengundang 7 pastor (teman baiknya) untuk turut memberikan berkatan rumah, dan mereka diundang secara kekeluargaan juga…the map is not the territory

  61. Bila diundang boleh saja hadir, karena kenal keluarga, atau kedua keluarga yang mengadakan perkawinan, tapi apa perlu dengan pakaian kebesaran Keuskupannya ?

  62. Dalam hal ini baik pihak pengantin maupun uskup sebetulnya tidak ada yang salah….hanya saja untuk pemberkatan di gereja satu uskup/pastor saja saya kira sudah cukup, sementara uskup/pastor yang dari luar paroki bisa datang sebagai tamu undangan dan duduk di bangku umat….sehingga ketika difoto tidak menimbulkan kesan seolah2 pengantin mendapatkan perlakuan yang istimewa dari gereja Katolik. Sebab di mata Tuhan semua umat adalah sama.

  63. Saya rasa kehadiran para uskup di Jakarta pada pernikahan anak pengusaha sebagai wujud respek atas undangan yang diberikan. Bukan persoalan kaya atau miskin.

  64. Kalau diundang tentu wajar kalau hadir, tapi hendaknya berpakaian umum saja karena yg resmi melakukan pemberkatan Sakramen kan cukup 1 Romo.
    Kalau semuanya pake pakaian Uskup kesannya jadi tidak baik dan bisa jadi batu sandungan buat orang lain walaupun saya yakin para Uskup tersebut tidak ada niatan mengistimewakan orang2 tertentu.

  65. Baguslah kalau byk uskup yg dtg…berkatnya melimpah…dukungan para uskup utk keluarga baru sangat bagus….dukungan para uskup utk pengusaha jg sangat bagus..jangan terlalu “miring” menafsirkan option for the poor….atau penulisnya gak diundang kali…makanya negatif thinking

  66. Barang siapa menabur benih yang baik di tanah yang subur akan menuai atau menghasilakan buah yang baik, mempelai berdua pasti telah banyak menabur kebaikan, pasti akan menuai berkat berlimpah dan salah satunya adalah kehadiran dari bapak uskup yang pasti mengenal baik orang yang mengundangnya, jadi bukan orang kayak atau orang miskin yang menikah, Tuhan hadir untuk semua orang, jadi berfikirlah secara potitif. Semoga Tuhan memberkati pasangan penganting dan memberkati kita semua, Amin..

  67. sejak awal Tuhan tidak pernah membedakan yang kaya dan yang miskin, siapapun dia, jika kekayaannya diperoleh dari hasil jeri payah serta doa yang tulus, tentu Tuhan tidak menutup mata. Oraet Labora “berdoa dan bekerja” harus dijalankan secara seimbang. Orang yang mengundang para Uskup mungkin bentuk ungkapan yang tak ternilai jika dibahasakan. berpijak dari dasar Biblis, Tuhan tidak pernah menolak untuk menghadiri undangan, baik orang kaya maupun orang miskin. Saya yakin ketika kita mengundang YM Bapa Uskup dan mereka punya waktu pasti dilayani.

  68. bagus. banyak pendapat. Pasti ada kedekatan, kenal dan beban perasaan juga dong…uskup kalau tidak datang, bisa mengecewakan karena wong kenal baik kok. Yang ngundang juga tentu bangga. Andai fotonya tidak diposting ke media publik seperti ini, ceritanya tentu lain. Tapi, ya…kita semua ambil hikmahnya untuk ke depan.

  69. jangan asal menjudge tanpa diselidiki dulu.apa salahnya Uskup hadir karena di undang,lagian keluarga tersebut telah berbuat banyak bagi mendukung misi di Indonesia.
    jangan asal kritik,tanya kan pada diri sendiri sudahkah saya berbuat bagi gereja?

  70. Sebetulnya tidak apa, krena mungkin merekan semua berteman dengan para uskup, namun mungkin baik kalau hanya satu saja uskup, yg lain hadir sebagai umat biasa.

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga