BerandaARTIKEL UTAMAAntisipasi Kapitalisasi Birokrasi

Antisipasi Kapitalisasi Birokrasi

Oleh: EPIFANUS SOLANTA

Pesta demokrasi Pilkada 9 Desember 2015 yang lalu masih menyisahkan aroma sampai saat ini. Khusus di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat aromanya semakin memanas tatkala pasangan yang ikut bertarung dalam melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait beberapa tindakan yang dikategorikan sebagai kecurangan.

Adapun pasangan yang melakukan gugatan tersebut antara lain pasangan Herry Nabit-Adolfus Gabur  dari Kabupaten Manggarai dan pasangan Mateus Hamsi-Paul Serak Baut, Maximus Gasa-Abdul Asis dan Ferdinandus Pantas-Yohanes Dionisius Hapan dari Kabupaten Manggarai Barat.

Sayangnya gugatan mereka ditolak. Sebagai konsekuensinya, pasangan Deno-Madur ditetapkan menjadi pemenang Pilkada di Kabupaten Manggarai. Sedangkan di Kabupaten Manggarai Barat pasangan Gusti-Maria yang terpilih menjadi pemenang.

Tulisan ini tidak berusaha untuk menjelaskan kembali mengapa gugatan dari para calon ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Karena saya berpikir bahwa persoalan itu sudah selesai yang disimbolkan dengan pengetukan palu.

Namun, yang menjadi substansi dasar dari tulisan ini adalah antisipasi terkait dengan perekrutan orang-orang yang akan menduduki jabatan struktural baik di Kabupaten Manggarai maupun di Kabupaten Manggarai Barat selama lima tahun ke depan.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.