“Ada yang bisu, sempat bisa bicara setelah diobati, tapi kemudian dia kembali seperti semula,” katanya. “Warga sepertinya dihipnotis,” lanjutnya.

Menurutnya, pasien sebenarnya tidak sembuh. “Hanya dibesarkan-besarkan ceriteranya,” katanya.

Ia menjelaskan, saat pertama kali tiba di Pagal, ketiga orang itu memang menawarkan pelayanan sosial.

“Mereka mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis,” katanya.

Ia menduga, taktik itu dipakai untuk merebut hati warga.

“Mereka ini menguasai jiwa masyarakat dahulu dengan pelayanan kesehatan gratis. Setelah itu, mereka minta bayaran. Mulai kemarin (Selasa), orang berlomba-lomba mengeluarkan uang dua ratus ribu,” tambahnya.

Warga tersebut yang mengaku tidak percaya dengan ketiga orang tersebut mengatakan, ia ragu, karena mengapa harus ke Pagal kalau mau mengadakan penyembuhan.

“Mengapa mereka tidak buat hal yang sama di Jawa sana. Mengapa harus di Pagal,” katanya.