Dihubungi terpisah, Lamber Paput, Camat Cibal mengaku, pengobatan tersebut dilakukan secara gratis, tanpa dipungut biaya.

Walau Lamber tak menyaksikan langsung proses pengobatan itu, namun berdasarkan informasi yang ia peroleh, penyembuhan dilakukan secara herbal.

“Pengobatannya gratis, tapi obat herbalnya kita cari sendiri. Orang stroke bisa diobati, tapi kita cari sendiri obat tradisionalnya. Umpamanya, daun jambu. Tidak pungut biaya itu,” ujarnya kepada Floresa.co.

Polemik

Meski oleh sebagian warga, kehadiran ketiga orang itu ibarat berkah, namun, belakangan, penelusuran Floresa.co, polemik mulai mencuat.

Pasalnya, sejumlah gejala aneh mulai muncul.

Pastor Andre Bisa OFM, imam yang bertugas di Paroki Kristus Raja Pagal, misalnya, mempertanyakan apakah pasien yang diobati benar- benar sembuh.

Menurut Romo Andre, pasien yang pernah diobati oleh ketiga oknum tersebut hanya bisa sembuh dalam hitungan menit saja.

“Ribuan orang sakit yang setiap hari dijamah dan didoakan dan setelah beberapa menit mendapatkan kesembuhan, tetapi setiba di rumah mereka, mereka kembali merana, tetap memburuk keadaannya,” katanya kepada Floresa.co.