BerandaNUSANTARABoni Hargens: Saatnya Kaum...

Boni Hargens: Saatnya Kaum Muda Golkar Siapkan Figur Alternatif

Floresa.co – Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, kaum muda di Partai Golkar perlu mengusung figur baru untu memimpin partai, di tengah situasi polemik saat ini.

Menurut Boni, kondisi Golkar saat ini terjepit, di mana tampaknya Kementerian Hukum dan HAM akan mengeluarkan SK penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengatasi kekosongan kepemimpinan di tubuh Golkar.

Kalau keputusan itu sudah keluar, kata dia, ada konsekuensi yang rumit bagi Golkar.

“Mereka harus mampu menentukan siapa yang akan menjadi calon ketua umum berikutnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, kalau kubu Aburizal Bakrie (Ical) tetap ngotot untuk maju, maka konflik akan berlanjut karena kubu Agung Laksono pun akan ngotot menolak Ical. Begitu juga sebaliknya.

“Ada kemungkinan, tokoh-tokoh senior Golkar seperti Habibie, Jusuf Kalla, Emil Salim, dan lain-lain menjadi penentu dari kemelut ini, tetapi hal itu pun tidak akan menyelamatkan Golkar. Kekuatan perubahan untuk Golkar hari ini ada di tangan kaum muda Golkar,” tegas Boni.

Yang penting saat ini, menurut dia, adalah konsolidasi kaum muda Golkar untuk menyatakan sikap dengan tegas tentang kepemimpinan partai itu ke depan.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.