BerandaARTIKEL UTAMABila Jadi Tersangka dalam...

Bila Jadi Tersangka dalam Kasus Lando-Noa, Dula akan Ditangani Polda NTT

Labuan Bajo, Floresa.co – Proses penyidikan dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat -Flores, terus bergulir.

Terbaru, Kepolisian Resort Manggarai Barat sudah memperoleh hasil perhitungan kerugian negara proyek tersebut. Dari total hampir Rp 4 miliar anggaran proyek, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan kerugian negara sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Manggarai Barat, AKBP Supiyanto mengungkapkan, setelah ada kerugian negara, penetapan tersangka masih menunggu perintah dari Kapolda NTT.

BACA Juga: Kerugian Negara Proyek Lando-Noa Rp 1 Miliar, Kapan Ada Tersangka?

Dari pemeriksaan sejumlah saksi pada September 2015 lalu, nama Agustinus Ch Dula, bupati Manggarai Barat 2010-2015 dan kini terpilih kembali, disebut-sebut punya andil dalam proyek tersebut.

Ia antara lain disebutkan menetapkan status bencana untuk ruas jalan tersebut, sehingga proyek jalan itu ada.

Dula tidak membantah soal penetapan status bencana ini. Menurutnya, hal itu dilakukan setelah melalui telaahan staf.

Dula juga disebutkan menelepon langsung pemilik CV Sinar Lembor Indah untuk mengerjakan jalan tersebut.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT