BerandaARTIKEL UTAMAApa Motif Hery-Adolf Gugat...

Apa Motif Hery-Adolf Gugat ke MK?

Floresa.co – Publik di Kabupaten Manggarai – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)  masih terus menanti hasil akhir Pilkada yang digelar 9 Desember tahun lalu.

Memang, berdasarkan hasil rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), pasangan Deno Kamelus-Victor Madur (Deno-Madur) dinyatakan unggul, dengan perolehan suara 73.666 atau 50,63%.

Sementara itu, pesaing mereka Herybertus GL Nabit-Adolfus Gabur (Hery-Adolf) mengantongi 71.820 suara atau 49,36%. Selisih suara keduanya adalah 1.846.

Namun, hasil itu tidak diterima pihak Hery-Adolf, karena mengklaim ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan penyelenggara Pilkada. Mereka pun menggugat KPUD ke MK.

Pada Kamis kemarin (7/1/2015), sudah digelar sidang pendahuluan. Hery sendiri hadir di MK, bersama pengacara. Simpatisan salah satu tokoh muda Manggarai itu juga ikut mendatangi MK.

Apa alasan Hery tidak menerima hasil rekapitulasi KPUD, dan karena itu menggugatnya ke MK?

Saat berbincang-bincang dengan Floresa.co, usai sidang kemarin, Hery yang tampak tenang mengatakan, soal menang atau kalah, tentu bukan ia yang menjadi penentu.

“Saya sudah bilang sejak awal, di MK, menang itu penting. Tetapi, ada hal yang lebih penting, yaitu kita beritahu kepada masyarakat bahwa ada masalah-malasah dalam proses Pilkada kita, supaya menjadi perbaikan ke depan,” kata Hery.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.