BerandaARTIKEL UTAMAGugatan Hery-Adolf Mulai Diproses...

Gugatan Hery-Adolf Mulai Diproses di MK, Deno Pun Titip Pesan

Floresa.co – Deno Kamelus, calon bupati Manggarai – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengomentari gugatan rivalnya dalam Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasangan Herybertus GL Nabit-Adolfus Gabur (Hery-Adolf), lawan Deno dalam Pilkada 9 Desember lalu sudah menggugat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai ke MK.

Dalam pernyataan kepada Floresa.co, Rabu (6/1/2015), Deno memberi pesan agar MK bekerja profesional dan tidak menerima segala bentuk penyuapan.

“Saya berharap semua pihak jangan ganggu MK dan hargai pilihan rakyat. Karena kalau kita jungkir balikan pilihan rakyat, maka resiko politiknya sangat tinggi,” ujar Deno.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, sidang pendahuluan sengketa Pilkada Manggarai dijadwalkan digelar pada Kamis 7 Januari, pukul 18.00 WIB.

Dalam polemik ini, tim Hery-Adolf menggugat pihak KPUD terkait tidak diakomodasinya sejumlah pemilih, terjadinya pembukaan kotak suara dan sejumlah hal lain.

Deno mengakui, setelah melihat laporan Hery-Adolf ke MK, pihaknya tidak menemukan secara eksplisit bahwa mereka juga ikut dilapor.

Selain itu, kata dia, tembusan laporan pun tidak diterima pasangannya.

Padahal, menurut Deno, ketentuan membuka ruang bahwa ia seharusnya salah satu yang disebut terlapor. 

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.