Sabtu, 27 November 2021

Kapolri: Perayaan Malam Natal Berlangsung Aman

Floresa.co – Perayaan Malam Natal di seluruh Indonesia berlangsung aman, demikian kata Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

“Sampai saat ini berjalan aman, tidak ada kejadian menonjol dan berarti,” kata Kapolri di Jakarta, Kamis (24/12/2015) malam, seperti dilansir Kompas.com.

Badrodin menyatakan hal itu saat melihat keamanan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Badrodin didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kabaharkam Komjen Polisi Putut Eko Bayuseno, Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Anton Charlian, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Tito Karnavian, dan pejabat utama Polri lainnya.

Kapolri menyebutkan, proses pengamanan Natal dan Tahun Baru telah direncanakan secara matang sebelumnya sehingga kondisi keamanan berjalan baik.

“Ini karena perencanaannya yang bagus,” ujar jenderal polisi bintang empat itu.

Terkait ancaman teroris, Badrodin menyatakan, anggota Polri telah melakukan deteksi dini sejak bulan lalu terhadap keberadaan teroris yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Masalah antisipasi ancaman teror sudah dilakukan untuk menjamin perayaan Natal dan Tahun Baru agar tidak ada aksi yang mengganggu,” ucap Badrodin.

Saat ini, Badrodin menambahkan, petugas berkonsentrasi mengamankan gereja, selanjutnya mengawasi tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lokasi konsentrasi massa.

Polri menerapkan Siaga I bagi anggota dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru dengan mengerahkan duapertiga kekuatan Polri dibantu TNI dan pemerintah daerah setempat hingga 150.000 personel.

Ahok Sambangi Gereja

Sementara itu di Jakarta, Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) mengunjungi Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta. Dalam suasana Natal ini, Ahok ingin tokoh Islam dan Kristen meneladani Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam mewujudkan kehidupan beragama yang humanis.

Ahok datang ke GPIB Immanuel, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/12/2015) malam, didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksamana, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Ahok memberi sambutan dari mimbar Gereja. “Kita bersyukur perayaan Natal di Jakarta bisa berjalan dengan baik. Saya dan Forkopimda mengucapkan selamat Natal,” katanya seperti dilansir Detik.com.

Usai itu, Ahok berbicara di depan wartawan soal toleransi antarumat beragama. Dia mengetengahkan pentingnya unsur kemanusiaan antarumat beragama dengan mengutip Gus Dur bahwa semakin beragama seseorang maka semakin humanislah orang tersebut.

“Kita harap banyak tokoh agama Kristen dan Islam bisa seperti Gus Dur,” kata Ahok.

Kebencian antarumat beragama tak seharusnya terjadi. Ahok mengaku menempuh sekolah Islam hingga tingkat menengah pertama. Kesimpulannya, tak pernah ada ajaran kebencian dalam Islam.

“Kamu cari coba di Al Quran, kan ada beda 500 tahun antara Nabi Isa dengan Muhammad. Saya sekolah Islam, enggak pernah baca Muhammad menjelek-jelekkan Nabi Isa. Bahkan Nabi Muhammad berkata nanti yang jadi hakim adalah Nabi Isa,” tutur Ahok.

Dia heran bagaimana bisa ada dua umat beragama bisa bermusuhan. Dia mensinyalir ada salah tafsir atas agama yang menjadi akar masalahnya. Maka penting sekali untuk memahami sejarah dengan ‘kacamata yang bening’.

“Saya harapkan di Jakarta ini Umat Islam dan Kristen,  Katolik bisa mengerti lagi sejarah. Apalagi umat Kristen, katanya ditampar pipi kiri kasih pipi kanan,” tuturnya.

Bagi Ahok pribadi, ajaran Nabi Muhammad sudah jelas yakni sebagai rahmat bagi alam semesta. Dia mengucapkan, ajaran Rahmatan lil Alamin tak mungkin menjadi klaim untuk melakukan pertumpahan darah antarumat beragama.

“Dasar Islam (Rahmatan lil Alamin) dan Kristen (ditampar pipi kiri dikasih pipi kanan) ini, kalau orang kenal betul, pasti akan lebih humanis,” tutur Ahok. (Ari D/ARL/Floresa)

 

- Advertisement -

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga