Asrida Elisabeth (baju hijau) bersama anggota Insanklas Malang. (Foto: Britho Wirawan)

Floresa.co – Ikatan Mahasiswa Alumni St. Klaus di Malang (Insanklas) menggelar acara bedah film “Tida Lupa” pada Minggu lalu (20/12/2015) di Gedung Galiano Kanjuruhan.

Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari apresiasi mahasiswa alumni SMP-SMA St. Klaus, Kuwu pada Asrida Elisabeth, sutradara film yang juga salah satu alumnus sekolah tersebut.

Selain dihadiri anggota Insaklas Malang, acara ini juga diikuti oleh perwakilan sejumlah organisasi, antara lain alumni Seminari Kisol, SMAK Ignasius Loyola Labuan Bajo, SM Fransiskus Xaverius Ruteng, perwakilan dari Kecamatan Ndoso, Satar Mese, kelompok diskusi Ngopi dan undangan lain.

Film dokumenter “Tida Lupa” dengan durasi 20 menit mengangkat kisah tentang pengakuan korban tragedi 1965 di Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tragedi itu yang memicu adanya pembantaian massal di hampir seluruh daerah di Indonesia merupakan bagian dari propaganda perang melawan Partai Komunisme Indonesia (PKI). Di Manggarai, terdapat juga para korban juga pelaku pembantaian, yang kemudian sedikit banyak terungkap dalam film Asrida.