Setya Novanto (Foto: Ist)

Floresa.co – Setya Novanto, wakil rakyat yang maju ke Senayan dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR pada Rabu (16/12/2015).

Pengunduran diri Novanto disampaikan saat Dewan Kehormatan DPR sedang melangsungkan sidang terkait dugaan pelanggaran kode etik yang ia lakukan, dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk meminta saham pada PT Freeport Indonesia.

Pastor Kristoforus Tara OFM, salah satu imam aktivis yang kini berkarya di Belu mengatakan, sebagai rakyat NTT, dirinya bersyukur karena akhirnya Novanto tahu diri.

“Kasus ini sesungguhnya telah mencoreng nama NTT,” ungkap imam ini, yang juga Ketua Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda NTT).

Ia menegaskan, ke depan, masyarakat NTT perlu lebih cerdas memberikan hak suaranya saat pemilihan legislatif.

“Wakil rakyat macam Novanto layak mendapatkan hukuman dari masyarakat NTT, yakni tidak dipilih lagi di periode yang akan datang,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan mundurnya Novanto, tidak ada lagi kegaduhan yang menyita energi para wakil rakyat, sehingga mereka bisa fokus mengurus rakyat.

“Karenan kalau kegaduhan ini berkelanjutan, maka agenda-agenda DPR pasti banyak terganggu,” katanya.