Ratusan massa unjuk rasa di depan kantor Panwaslu Manggarai, Rabu (16/12). (Foto: Ardy Abba/Floresa)

“Sedih sekali hak rakyat Satar Mese sudah disabotase. Karena itu kami mendesak penyelenggara pemilu segera melakukan pemilihan ulang di Satar Mese,” ujar Marsel seraya meminta dukungan setuju peserta demonstran.

Menurutnya, kejujuran dalam Pilkada merupakan sumber kehidupan Manggarai baru yang lebih baik dan memberikan warna berbeda terhadap pemberlakuan pemilihan langsung sejak tahun 2005 lalu.

Ferdy, salah seorang utusan dari forum advokasi Indonesia dalam orasinya mengatakan, dirinya melakukan demonstrasi hanya ingin mencari kebenaran dan keadilan dalam proses Pilkada di Kabupaten Manggarai.

Rakyat Satar Mese yang merupakan lokus beberapa kejanggalan Pilkada yang dilaporkan ke Panwaslu Manggarai, kata Ferdy, hanya ingin daerah itu bermartabat.

“Kami minta Kecamatan Satar Mese melakukan pemungutan suara ulang. Jika tidak kami menegaskan, Satar Mese tidak mengakui bagian dari Manggarai,” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah peserta demo.

Pantauan Floresa.co, ratusan masyarakat tersebut melakukan Demonstrasi di depan kantor Panwaslu dijaga ketat oleh aparat keamanan dari Polres Manggarai, Brimob, dan sejumlah anggota TNI dari Kodim 1612 Manggarai.

Setelah beberapa saat beorasi mereka mendesak pihak Panwaslu bertemu dengan para utusan mereka dan menjelaskan perkembangan laporan dari paket Hery-Adolf pada Sabtu sore akhir pekan lalu.