BerandaARTIKEL UTAMAKPUD Manggarai: Data di...

KPUD Manggarai: Data di Situs KPU Masih Bersifat Sementara

Ruteng, Floresa.co – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan, data hasil pemilihan kepala daerah 9 Desember lalu yang sudah dimuat di situs resmi KPU Pusat merupakan data yang bersifat sementara dan belum mutlak.

Menurut Thomas Aquiono Hartono, salah satu komisioner KPUD Manggarai, data-data yang dimuat di situs tersebut merupakan hasil scan data C-1 yang asli, tanpa ada perbaikan yang dijemput setelah pemungutan suara dan rekapitulasi di 600 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah itu.

“Hasil riil adalah data-data yang dihitung dan direkap secara manual, secara berjenjang mulai TPS, PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), hingga nanti di KPUD,’’ ujar Tomy saat dihubungi Floresa.co, Rabu sore (16/12/2015).

Mengamini penjelasan Tomy, Apolonarius Rokefeler Soleman, komisoner KPUD lainnya mengatakan, data yang sudah dimasukan ke dalam situs KPU tersebut berfungsi sebagai pegangan publik untuk mengontrol efektivitas rekapitulasi manual.

Ia menambahkan, data di web tersebut dibiarkan asli seperti dicatat di tiap KPPS. “Mengenai penyempurnaan, ada keliru atau tidak, yang penting dijamin isiannya serupa dengan salinan yang diterima saksi, pengawas, dan PPK,” katanya

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”