BerandaARTIKEL UTAMAIni Kata Pengacara Robert...

Ini Kata Pengacara Robert Gasa Terkait Tudingan Penculikan Marsel Jeramun

Polres Mabar kemudian melimpahkan itu ke Polres Manggarai lantaran tempat kejadiannya berada di wilayah Kabupaten Manggarai.

Ditemui Floresa.co di depan kantor Polres Manggarai, Rabu (16/12/2015), Fransiskus Ramli, pengacara Robert membantah Jeramun pernah diintimidasi dan diculik oleh kliennya itu.

“Mengenai penculikan itu tidak ada. Yang ada yaitu Robert hanya mengamankan Marsel dari amukan massa sekaligus membawa dia ke kantor Panwas. Tidak benar jika klien kami menculik apalagi mengintimidasi Marsel. Justru Marsel harus berterima kasih kepada Robert, daripada dia menjadi bulan-bulanan warga,” ujar Frans.

Jika benar ia diculik, tegasnya, mengapa harus dibawa ke kantor Panwas Mabar. Dan, setelah Robert menyerahkan Marsel ke pihak Panwas, Robert kemudian pulang ke rumah.

“Inikan ada itikat baik untuk membantu memberantas politik uang,” katanya.

Ia menduga laporan tersebut dibuat seolah-olah sedang berupaya menghilangkan masalah pokoknya yaitu politik uang.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.