“Dari pengakuan korban misalnya, ada yang sama sekali tidak tahu dengan PKI dan ideologinya, tetapi mereka disiksa. Ada banyak pengakuan yang menunjukkan ketidakterlibatan mereka dalam aktivitas-aktivitas PKI, tetapi kemudian mereka dituding terilibat,” ungkapnya.

Menurut Asrida, dalam film ini, para korban untuk pertama kalinya bercerita, menarasikan pengalaman mereka, setelah 50 tahun peristiwa itu terjadi.

“Film ini semoga bisa mendorong lahirnya diskusi-diskusi juga memicu munculnya kesadaran untuk melihat lagi peristiwa tahun 1965,” katanya. (Ari D/ARL/Floresa)