Melalui filmnya, Asrida – gadis kelahiran Manggarai – ingin mengingatkan agar orang-orang Manggarai tidak hanya memilih diam, saat peristiwa pembantaian 1965 itu hangat dibicarakan di tingkat nasional bahkan internasional.

“Padahal peristiwa itu sebenarnya sangat dekat dengan kita, ada dalam memori kolektif kita sebagai orang Manggarai,” katanya kepada Floresa.co beberapa waktu lalu.

Asrida menjelaskan, selama ini banyak yang menganggap biasa-biasa saja keberadaan stigma-stigma bahwa mereka yang dahulu dianggap sebagai simpatisan PKI adalah para penjahat, yang harus disingkirkan.

“Itu turun-temurun diwariskan ke setiap generasi tanpa kita bertanya, apa sebenarnya yang terjadi?”

Padahal, kata dia, ada banyak hal yang mesti dilihat kembali, didiskusikan bersama-sama untuk kemudian mengoreksi cara pandang kita terhadap sejarah.