BerandaPOLITIKKasus Marsel Jeramun Ditangani...

Kasus Marsel Jeramun Ditangani Polres Manggarai

Menurut Marsel, dalam perjalanan, pelaku memaksanya menandatangi surat pernyataan yang berisi pengakuan bahwa ia telah melakukan politik uang di Kecamatan Ndoso untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Mabar, Agustinus Ch Dula-Maria Geong (Gusti-Maria).

Pengakuan Pelaku
Salah satu pelaku Robert Gasa, yang merupakan putra dari salah satu calon bupati Maximus Gasa menyatakan, bersama tim, mereka memburu Marsel setelah mendapat informasi bahwa Marsel memasuki ruangan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ndoso saat rekapitulasi suara Pilkada.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa rekapitulasi di Ndoso tidak dihadiri saksi pasangan calon. Diinformasikan juga bahwa Marsel masuk dalam ruangan PPK,” katanya.

Ia menjelaskan, mereka mencurigai kehadiran Marsel, karena itu, mereka mengejarnya.

Beni Minjo, dari tim Maxi-Asis yang juga ikut melakukan penangkapan, juga mengakui hal itu.

“Mendengar ada DPR yang masuk dalam ruang PPK, tim Maxi-Asis langung kejar,” katanya. (Petrus D/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”