Asrida Elisabeth (kiri) saat menerima penghargaan pasa Sabtu (12/12/2015).

Floresa.co – Tanah Mama, film dokumenter karya Asrida Elisabeth, sutradara kelahiran Manggarai – Flores meraih penghargaan dalam kompetisi “Festival Film Dokumenter 2015 Re-Defining”, yang digelar di Yogyakarta pada 7-12 Desember.

Film ini menjadi jawara untuk kategori film dokumenter panjang, menyisihkan 10 film lain.

Sebelum ditetapkan sebagai pemenang, Tanah Mama berkompetisi dengan dua film lain yang jadi finalis, yakni Lelang Harga Sang Pemangsa, dan Harimau Minahasa.

Menurut Asrida, para pemenang festival tahun ini semuanya perempuan.

Selain dia, ada Ima Puspita Sari. Lewat filmnya, Wasis, Ima memenangi kategori film pendek.

Wasis mengisahkan tentang seorang tokoh pendidikan zaman orde baru yang coba menghidupkan kembali jam belajar masyarakat di Jogjakarta.

Pemenang lain adalah Nur Hidayatul Fitriah. Filmnya, Korban Bendungan Manganti, terpilih sebagai pemenang untuk kategori pelajar.

Film itu bercerita tentang petani korban bendungan manganti di Cilacap, Jawa Barat.