Setelah acara seremonial pembukaan, 22 petani yang didatangkan dari 11 kelompok tani dibagi dalam tiga kelompok.

Mereka belajar memproduksi minyak mulai dari cara memilah kelapa yang baik, mengupas, memarut, menyaring hingga memasak minyak.

Keseluruhan tahapan dan proses ini diikuti dengan serius oleh para petani.

Setelah proses itu tuntas, para petani difasilitasi untuk membuat perencanaan bersama agar kegiatan ini memberi dampak positif bagi mereka.

Dalam diskusi, disepakati bahwa ada 4 kelompok tani yang akan memasak minyak pada hari Selasa esok, 15 Desember 2015 untuk mempraktekan apa yang diiperoleh dalam kegiatan itu.

Sementara itu, beberapa kelompok lain akan mulai memproduksi minyak mulai tahun depan.

Di sela-sela kegiatan, Winfridus Keupung, Direktur WTM menjelaskan gambaran konsep yang mau dikembangkan ke depan.

WTM, kata dia, sedang mendorong agar seluruh hasil produksi dan potensi yang ada dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah.

Namun, kata dia, itu tidak bermaksud mengubah profesi anggota sebagai petani.

Karena, jelasnya, ini hanya merupakan pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar petani. (Ari D/ARL/Floresa)