Kini, jelasnya, WTM memasuki mazhab pemberdayan rakyat atas hasil produksi kebun atau produksi lain yang bisa dijadikan pendapatan altenatif.

“Bahwa selain upaya memenuhi kebutuhan pangan dalam rumah tangga, kelompok tani dampingan juga perlu memikirkan berbagai potensi yang ingin dikembangkan,” ungkap Hery, yang juga aktivis di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia cabang Nusa Tenggara Timur (Walhi NTT).

Yoseph Dala, insiator kelompok Kembang Baru memberi apresiasi kepada WTM. Kata dia, memang sudah saatnya WTM naik kelas.

“Segala potensi petani harus diolah menjadi yang lebih baik. Untuk itu, hari ini mari kita belajar membuat minyak agar tidak tengik. Dan minyak itu bisa bertahan lama serta pengepakannya diatur,” katanya.

Ia menambahkan, pembuatan minyak kelapa adalah bagian dari upaya peberdayaan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Sikka, sebagai daerah dengan kelapa terbanyak di wilayah Flores.