BerandaARTIKEL UTAMAMengaku Diculik, Marsel Jeramun...

Mengaku Diculik, Marsel Jeramun Lapor Pelaku ke Polisi

Tanggapan Pelaku

Terkait kasus ini, yang disebut Marsel sebagai penculikan, salah satu pelaku Robert Gasa, yang merupakan putra dari salah satu calon bupati Maximus Gasa menyatakan, bersama tim, mereka memburu Marsel setelah mendapat informasi bahwa Marsel memasuki ruangan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ndoso saat rekapitulasi suara Pilkada.

”Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa rekapitulasi di Ndoso tidak dihadiri saksi pasangan calon. Diinformasikan juga bahwa Marsel masuk dalam ruangan PPK,” katanya.

Ia menjelaskan, mereka mencurigai kehadiran Marsel, karena itu, mereka mengejarnya.

Beni Minjo, dari tim Maxi-Asis yang juga ikut melakukan penangkapan, juga mengakui hal itu.

“Mendengar ada DPR yang masuk dalam ruang PPK, tim Maxi-Asis langung kejar,” katanya.

Namun, mereka tidak menjelaskan lebih jauh terkait tudingan adanya ancaman dengan senjata tajam terhadap Marsel. (Ari D/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...